Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Lintas Kabarpas · 16 Jul 2017

Dinkes Sosialisasikan Pemberian Obat Cacing


Dinkes Sosialisasikan Pemberian Obat Cacing Perbesar

Reporter : Dimaz Zidan

Editor : Titin Sukmawati

___________________________________

Probolinggo (Kabarpas.com) – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo, memberikan sosialisasi pemberian obat kecacingan bagi pengelola program puskesmas. Kegiatan ini diikuti pengelola program kecacingan di 33 Puskesmas se-Kabupaten Probolinggo.

Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Ari Suciati mengatakan kegiatan ini bertujuan meningkatkan cakupan program pengendalian kecacingan sampai 75% ada anak usia pra sekolah (12 bulan-59 bulan) dan usia sekolah (5–12 tahun) di semua daerah endemis sehingga menurunkan angka kecacingan dan tidak menjadi masalah kesehatan di masyarakat.

“Selain itu, meningkatkan kemitraan dalam pengendalian kecacingan di masyarakat dengan pemangku kebijakan, lintas sektor, pengusaha dan organisasi masyarakat,” katanya.

Ari menjelaskan bahwa Indonesia masih banyak penyakit yang merupakan masalah kesehatan. Salah satu diantaranya ialah cacing perut yang ditularkan melalui tanah.

“Cacingan ini dapat mengakibatkan menurunnya kondisi kesehatan, gizi, kecerdasan dan produktifitas penderitanya sehingga secara ekonomi banyak menyebabkan kerugian. Sebab menyebabkan kehilangan karbohidrat dan protein serta kehilangan darah, sehingga menurunkan kualitas sumber daya manusia,” katanya.

Menurut Ari, prevalensi cacingan di Indonesia pada umumnya masih sangat tinggi, terutama pada golongan penduduk yang kurang mampu mempunyai resiko tinggi terjangkit penyakit ini. Penyakit cacingan tersebar luas baik di pedesaan maupun di perkotaan.

“Angka infeksi tinggi, tetapi intensitas infeksi (jumlah cacing dalam perut) berbeda. Sampai tahun 2013, survei pada anak Sekolah Dasar menunjukkan prevalensi cacingan antara 0-85,9% (survei di 175 kabupaten/kota. Rata-rata prevalensi 28,12% (angka nasional),” jelasnya.

Ari menerangkan kegiatan Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) di Jawa Timur telah dimulai pada tahun 2015 dan akan dilaksanakan selama 5 tahun sampai saat ini memasuki tahun ke 3 (tiga).

“Berdasarkan data capaian tahun 2016 di kabupaten/kota sudah memenuhi standart Nasional (>75% sasaran). Yakni, sebesar 96% tetapi kegiatan ini perlu terus berkelanjutan untuk mempertahankan kualitas dan capaian program,” pungkasnya. (zid/tin).

Artikel ini telah dibaca 28 kali

Baca Lainnya

Blusukan ke Pasar Maron, Wabup Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

2 Juni 2019 - 09:52

KLHK Verifikasi SMPN 1 Pajarakan Menuju Adiwiyata Nasional

23 November 2018 - 06:22

Pemkab Probolinggo Data Bahan Pangan Asal Hewan

23 November 2018 - 02:10

Rilis Aplikasi Layanan Perpustakaan Digital

22 November 2018 - 15:23

Kecamatan Dringu Raih Juara Umum Porkab Probolinggo

22 November 2018 - 04:15

Tujuh Bulan Mengabdi Sebagai Pj Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo Resmi Dilepas

22 November 2018 - 01:33

Trending di KABAR NUSANTARA