Reporter: Hari Purnomo
Editor: Agus Hartanto
___________________________________
Banyuwangi (Kabarpas.com) – Adanya temuan proyek jalan yang tidak sesuai spcek oleh BPK , membuat CV Rekanan kerja di Banyuwangi yang selama ini mengerjakan proyek jalan menjadi was – was. Temuan yang selama ini ditakutkan oleh rekanan kerja dari beberapa CV yang ada di Banyuwangi membuatnya bingung untuk mengerjakan proyek yang telah dimenangkan tendernya.
Bukan tanpa alasan para rekanan CV di Banyuwangi ini mengeluh. Sebab pada tahun yang lalu BPK menemukan proyek pembangunan jalan yang sudah selesai dikerjakan namun begitu di cek oleh BPK tidak sesuai dan ditemukan kekurangaan volume pada pemeliharaan proyek aspal
Rekanan tambah bingung lagi ketika pembelian aspal sudah sesuai dengan reques dalam kontrak, baik tinase dan mutu.
“Saya sebagai rekanan bingung sudah order sesuai reques tp msh kurang ketika di periksa BPK,” ujar Hendro salah satu kontraktor, kepada Kabarpas.com biro Banyuwangi.
Lebih membingungkan lagi ketika di setiap pabrik aspal hotmix sudah dipasang 2 sampai 4 orang dinas yang mengawasi kwalitas dan tonase yg dikelyarkan oleh pabrik dalam setiap order.
“Pembelian hotmix sudah sesuai dan bukti pembelian juga ada masih diawasi okeh pihak dinas PU tapi masih kurang dan di denda oleh BPK, Idealnya ketika pembelian sdh sesuai dg reques dan kontrak apalagi di awasi pihak dinas ketika diperiksa BPK sesuai,” ujar Hendro menyayangkan.
Sementara itu berkaca dari pengalaman tahun lalu saat ini rekanan meminta kepada pihak dinas yang berjaga untuk membuat berita acara agar ketika nanti ada temuan tidak disalahkan dan dirugikan lagi. Namun pihak dinas menolak penandatanganan berita acara dan tidak mau bertangungjawab jika nanti ada temuan BPK.
“Kita sangat dirugikan jika demikian lha kita gak mencuri kok suruh bertangung jawab,” ujar Ay selaku pemilik CV.
Para rekanan mengeluhkan kejadian ini bahkan para rekanan menduga ada motif permainan di belakang rekanan. Mengingat pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga Banyuwangi sudah menempatkan pegawainya di pabrik untuk mengawasi pada tempat pengelolahan aspal tersebut.
Namun ketika di konfirmasi oleh Kabarpas.com pegawai yang bernama Agel tersebut berkilah dirinya hanya bertugas mengawasi dan mengcek tonase sesuai dengan order yang ada.
“Saya tidak tau apa – apa terkait hal itu,kalau ingin jelsa silahkan temuai BPTK saja,” ucapnya kepada Kabarpas.com.
Yang lebih aneh lagi saat Hari Kudiono selaku BPTK dikorfirmasi via telepon seluler mengatakan, kalau belum jelas jangan asal bicara sebaiknya datang ke kantor, nanti biar paham apa yang dipermaslahankan, sebab dia beralasan kalau kejadian itu sudah tahun lalu jangan dibicarakan sekarang.
“Kalau ingin datang ke kantor saja,biar jelas,dan kalau belum jelas jangan bicara seperti itu,” katanya sambil menutup teleponnya. (har/gus).

















