Reporter : Kholid Andika
Editor : Memey Mega
___________________________________
Sidoarjo (Kabarpas.com) – Dalam upaya memberikan nuansa gembira dan menyenangankan, Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di Sekolah Dasar (SD) Al Muslim Waru Sidoarjo diisi dengan bermain dan menulis pada selembar kertas.
Mereka diberi kertas warna-warni ukuran A4. Selanjutnya, para siswa diminta menuliskan nama dan cita-citanya. Mereka bebas menuliskan cita-citanya ketika dewasa nanti. Ada yang bercita-cita menjadi pilot, dokter, guru hingga presiden.
Dewan guru juga meminta para siswa melipat kertas tersebut menjadi bentuk mainan bebas dengan bimbingan guru kelas masing-masing.
Hasil karya yang sudah jadi dan telah ditulis, kemudian diikat pada balon untuk diterbangkan di lapangan sekolah. Seluruh siswa yang berjumlah 133 orang lebih menerbangkan balon cita-cita secara bersamaan. Balon-balon yang terbang itu untuk sesaat menghiasi langit di atas lapangan sekolah.
“MPLS ini dilakukan bukan hanya untuk memberikan kegiatan yang menyenangkan siswa. Melainkan upaya untuk membuat siswa berani menentukan cita-cita atau keinginannya di masa mendatang. Penerbangan balon cita-cita juga menjadi simbol bahwa siswa bisa memiliki cita-cita setinggi langit. Selain itu, kegiatan ini untuk lebih mengenalkan siswa kepada lingkungan sekolah,” kata Humas SD Al Muslim, Siti Aminah kepada Kabarpas.com biro Sidoarjo.
Selain itu, lanjut Aminah, untuk mewujudkan generasi pemimpin yang Rahmatan Lil Alamin harus dimulai dari usia sejak dini. Maka dari itu, kegiatan MPLS perlu disisipkan nilai-nilai leadership dalam setiap kegiatannya. Tidak hanya di pembukaan, selama pelaksanaan MPLS siswa dan siswi SD Al Muslim juga diterapkan nilai-nilai leadership mulai dari menata dan meletakkan barang-barang pribadi pada tempatnya, memimpin barisan, doa dan salat, dan berbagai kegiatan leadership lainnya.
“Penanaman nilai-nilai kepemimpinan harus ditanamkan sejak dini. Al Muslim sebagai sekolah sang pemimpin telah berkomitmen untuk membentuk karakter siswa-siswi sebagai pemimpin. Minimal mampu memimpin dirinya sendiri dengan baik,” tutup Aminah. (lid/mey).

















