Reporter : Dimaz Zidan
Editor : Agus Hartanto
___________________________________
Probolinggo (Kabarpas.com) – Sebagai bentuk apresiasi terhadap pengelolaan sampah dan administrasi bank sampah di Kabupaten Probolinggo. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo menggelar lomba bank sampah tahun 2017. Penilaian lomba bank sampah ini dilakukan mulai 17 hingga 25 Juli 2017 mendatang.
Tim juri dalam lomba ini terdiri dari 4 (empat) orang dari DLH Kabupaten Probolinggo dan 1 (satu) orang dari PT POMI-Paiton Energy. Mereka dinilai dari 4 (empat) komponen. Meliputi Administrasi, bangunan fisik, kinerja operasional bank dan lingkungan bank sampah.
Kepala DLH Kabupaten Probolinggo Rachmad Waluyo mengungkapkan lomba bank sampah ini digelar untuk memotivasi masyarakat dalam mengelola sampah.
“Peran serta masyarakat sangat diperlukan untuk pengelolaan sampah. Terlebih tidak semua sampah yang diproduksi bisa terangkut ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir),” katanya kepada Kabarpas.com biro Probolinggo, Sabtu (22/07/2017) pagi.
Menurut Rachmad, bank sampah merupakan sebuah terobosan pola pikir baru dalam menangani dan mengurangi timbunan sampah. Pembentukan bank sampah di semua level kegiatan masyarakat seperti sekolah, perkantoran, permukiman, pasar dan lingkungan RT/RW merupakan program strategis dalam menangani timbunan sampah.
“Mudah-mudahan melalui lomba ini bisa mendorong kemunculan konsep bank sampah yang lebih banyak lagi di kalangan masyarakat, sehingga paradigma sampah yang bau bisa berubah menjadi sampah yang berkah dan bermanfaat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup DLH Kabupaten Probolinggo Anang Budiarto mengatakan bahwa lomba bank sampah ini bertujuan untuk memotivasi pengurus bank sampah dalam upaya pengelolaan sampah dan tertib administrasi/manajemen bank sampah sehingga terbentuk bank sampah yang mandiri.
“Tujuan lainnya, lomba bank sampah ini adalah untuk meningkatkan peran serta dan kepedulian masyarakat dalam upaya pengelolaan sampah (pemilahan sampah dari sumber sampah),” ungkapnya.
Menurut Anang, lomba bank sampah ini dilakukan dalam rangka untuk memotivasi bank sampah supaya lebih semangat lagi. Sehingga tidak hanya fokus kepada penilaian saja, tetapi juga kepada pembinaan lebih lanjut.
“Ke depan saya berharap pengelolaan sampah betul-betul dilaksanakan dengan benar. Pengelolaan sampah yang baik akan merubah sampah memiliki nilai yang tinggi dan manfaatnya akan dirasakan oleh masyarakat,” jelasnya.
Anang menambahkan bahwa selama ini keberadaan bank sampah masih sangat sedikit. Hal ini dikarenakan mindset kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah mash sangat kurang. Disamping juga Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) masih perlu ditingkatkan lagi.
“Kesannya selama ini masyarakat ingin yang praktis. Mindset ini secara perlahan akan kita rubah dengan memberikan pemahaman pentingnya pengelolaan sampah,” terangnya.
Untuk diketahui, lomba ini diikuti oleh 18 Bank Sampah (BS) di Kabupaten Probolinggo. Meliputi BS Perum Semampir, BS Pasar Semampir, BS Pasar Kebonagung, BS Pasar Paiton, BS Sumberrejo, BS Sumberanyar, BS Plampang, BS Randu Merak, BS Sumber Kembar, BS Pakuniran, BS Pasar Kotaanyar, BS Gondosuli, BS Krejengan, BS Duren, BS Mawar. BS Bougenvil, BS Anggrek Putih dan BS Pasar Dringu. (zid/gus).

















