Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Lintas Kabarpas · 24 Jul 2017

Bocah Tengger Bawakan Tarian dan Permainan Tradisional


Bocah Tengger Bawakan Tarian dan Permainan Tradisional Perbesar

Reporter : Dimaz Zidan

Editor : Agus Hartanto

___________________________________

Probolinggo (Kabarpas.com) – Dalam rangka untuk memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2017, puluhan bocah Tengger memainkan permainan tradisional dan seni tari khas Tengger di Seruni Poin Kawasan Gunung Bromo.

Dengan berpakaian adat khas Tengger, sejumlah bocah Tengger ini melakukan tari-tarian diantaranya Tari Tepuk dan Tari Boneka. Dimana tarian ini merupakan salah satu tarian khas Suku Tengger yang sering dilakukan anak-anak pada saat bermain atau pertunjukan.

Selain tarian, mereka juga melakukan permainan lompat karet, bekel dan juga dakon. Dimana permainan ini merupakan permainan zaman dahulu kala sebelum massa kemerdekaan ini pun mereka masih mempertahankannya dengan baik.

Desi, siswa kelas 3 SD mengaku sangat suka bermain bekel. Dia mengaku lebih senang bermain permainan tradisional dari pada permainan lewat handphone atau gadget. “Saya lebih memilih permainan ini karena sangat mudah dan gampang,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Shinta, salah satu kakak peserta. Menurutnya, penting sekali bagi anak-anak mempertahankan permainan tradisional untuk anak-anak bersosial, khususnya anak suku Tengger demi mempertahankan tradisi suku Tengger sendiri.

“Biasanya anak-anak sekarang lebih banyak bermain melalui aplikasi di handphone atau gadgetnya. Hal ini tentunya dikhawatirkan akan mempengaruhi tradisi anak-anak suku Tengger. Hanya permainan dan tarian tradisional inilah solusinya,” ungkapnya.

Sementara Camat Sukapura Yulius Christian menyebutkan bahwa mempertahankan permainan dan tradisional ini sangat penting. Hal ini sebagai antisipasi supaya anak-anak Tengger tidak terpengaruh oleh permainan canggih yang ada di handphone atau gadget.

“Peringatan HAN dengan permainan dan tarian tradisional ini tentunya dapat mengantisipasi pengaruh negatif aplikasi game lewat gadget. Setidaknya anak-anak Tengger punya semangat dan motivasi untuk bersama-sama mempertahankan dan melestarikan permainan dan tradisonal khas Tengger,” katanya. (zid/gus).

Artikel ini telah dibaca 48 kali

Baca Lainnya

Blusukan ke Pasar Maron, Wabup Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

2 Juni 2019 - 09:52

KLHK Verifikasi SMPN 1 Pajarakan Menuju Adiwiyata Nasional

23 November 2018 - 06:22

Pemkab Probolinggo Data Bahan Pangan Asal Hewan

23 November 2018 - 02:10

Rilis Aplikasi Layanan Perpustakaan Digital

22 November 2018 - 15:23

Kecamatan Dringu Raih Juara Umum Porkab Probolinggo

22 November 2018 - 04:15

Tujuh Bulan Mengabdi Sebagai Pj Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo Resmi Dilepas

22 November 2018 - 01:33

Trending di KABAR NUSANTARA