Reporter : Fair Cholis
Editor : Memey Mega
___________________________________
Malang (Kabarpas.com) – Anggota DPR RI Komisi X, Ridwan Hisjam menyatakan beberapa identifikasi terkait permasalahan nilai kebangsaan yang mulai berkurang, diantaranya yakni ideologi bangsa yang mulai dirapuhkan. Delegitimasi tokoh bangsa dan lembaga-lembaga negara. Kebudayaan yang mulai kehilangan identitasnya. Sistem politik pemerintahan yang masih banyak dihujat, dan tumbuh kembangnya radikalisme dan intolerasi.
“Dalam islam radikalisme lahir karena tiga hal, yakni doktrin agama, kebijakan dan perilaku politik para penguasa, dan munculnya paham liberalisme. Sedangkan intoleransi karena kurangnya pemahaman kebangsaan dan substansi agama. Kemudian, kuatnya rasa sentimen terhadap kesukuan atau kedaerahan, dan juga kebijakan penguasa yang dipandang tidak adil,” ungkap Mas Tatok sapaan karibnya saat dihubungi Kabarpas.com biro Malang, Jumat (04/08/2017).
Untuk itu, dalam upayanya menumbuhkan rasa nasionalisme dan cinta tanah air. Ridwan mengajak para pemuda untuk memahami dasar negara.
“Pemuda merupakan elemen penting dalam proses sejarah perjalanan bangsa. Baik dulu, sekarang maupun mendatang. Pemuda harus memiliki komitmen yang kuat untuk memperteguhkan NKRI. Seluruh organisasi kepemudaan harus memiliki visi mendorong pemerintah dalam membangun negara yang berlandaskan pancasila,” pungkasnya. (lis/mey).

















