Reporter : Fair Cholis
Editor : Memey Mega
___________________________________
Malang (Kabarpas.com) – Nasib naas menimpa seorang petani bernama Bumawi (50), warga Desa Baturetno, Kecamatan Singosari Kabupaten Malang, yang harus mengalami nasib tragis karena terkena peluru nyasar anggota TNI Angkatan Udara.
Kepala Desa Baturetno, Mufid mengatakan, korban meninggal di depan rumahnya setelah dalam upaya pertolongan. Sejumlah warga memberikan pertolongan, dan korban sempat mengaku terkena peluru nyasar.
“Orang yang pertama tahu kebetulan namanya Mak Yah, dia masih saudara korban,” kata Murid kepada Kabarpas.com biro Malang, Selasa (08/08/2017).
Korban merupakan seorang petani yang kesehariannya menggarap sawah milik TNI AU.
Menurut kesaksian Mak Yah, saat itu korban tengah berjalan dengan wajah penuh darah. Sambil berjalan korban mengaku terkena peluru nyasar. Namun, karena terlalu banyak mengeluarkan darah, korban roboh di dekat proyek jalan tol, kemudian oleh warga dibopong ke rumahnya.
Korban sendiri beraktivitas tidak jauh dari Lapangan Tembak Gondo Mayit milik TNI Angkatan Udara (TNI AU). Korban yang dalam keterbelakangan mental diduga terkena peluru nyasar.
Sementara itu, pihak TNI yang saat itu berjaga di Kamar Mayat Rumah Sakit masih belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut terkait insiden tersebut. (lis/mey).

















