Reporter : Hari Purnomo
Editor : Memey Mega
___________________________________
Banyuwangi (Kabarpas.com) – Dua ratus pelajar dan mahasiswa mengikuti gelaran kemah kebangsaan yang berlangsung di wisata Sumber Manis Suko Gombeng Kalipur, Banyuwangi. Acara perkemahan kebangsaan ini, dilaksanakan mulai hari ini, Sabtu (19/08/2017) sampai dengan Minggu (20/08/2017) besok.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Banyuwangi, Wawan Yadmadi saat memberikan sambutan mengatakan, untuk pengembangan pariwisata para pemuda pemudi Banyuwangi diperkenalkan dengan objek wisata yang bisa membawa mereka ikut berperan mengembangkan wisata khususnya di Banyuwangi.
“Serta saling menjaga kerukunan umat beragama dan mengenalkan arti nilai-nilai perjuangan,” terangnya.
Selama perkemahan, para peserta terbagi menjadi 20 elemen yaitu dari berbagai segmen organisasi kepemudaaan yang ada di 24 kecamatan di Banyuwangi.
Dalam acara kemah kebangsaan Wawan juga menjelaskan akan ada penanaman jiwa-jiwa kejuangan yang didukung oleh peserta perkemahan yang dibagi beberapa kelompok antara lain ada yang tinggal di perkemahan dan juga di rumah-rumah penduduk.
“Setiap rumah akan di singgahi oleh beberapa peserta yang masing – masing berbeda agama, bertujuan agar membentuk rasa kebersamaan dan sekaligus dapat bersinergi langsung bersama masyarakat yang ada di lingkungan sekitar wisata,” ucap Wawan.
Selaim itu juga diharapkan adanya sinergitras para pemuda dengan masyarakat sekitar.
Acara pembukaan perkemahan kebangsaan ini dibuka langsung oleh Kadispora dan dihadiri Danramil Kalipuro, perwakilan Camat, Lurah Gombengsari dan beberapa Ketua Forum Kebangsaan Pemuda Banyuwangi (FKPB) lainnya.
“Saya berharap teman-teman bisa ikut menebar kesejukan kepada masyarakat. Akhir-akhir ini marak berita hoax dan provokatif yang mengarah pada isu SARA yang tersebar di media sosial. Tentu perlu kecermatan dan ketelitian untuk menelaahnya sehingga tidak mudah terseret pada konflik horisontal, kaum muda lintas agama ini bisa menjadi momentum untuk menumbuhkan spirit kebangsaan,” tutup Wawan. (har/mey).

















