Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Lintas Kabarpas · 24 Agu 2017

Mediasi Develop Perum WPI I dan Warga Menghasilkan Satu Kesepakatan


Mediasi Develop Perum WPI I dan Warga Menghasilkan Satu Kesepakatan Perbesar

Reporter : Pendik dan Anwar Anas

Editor : Memey Mega

___________________________________

Banyuwangi (Kabarpas.com) – Mediasi antara Perumahan Wahana Pengatigan Indah (WPI) dan warga perumahan terkait persoalan fasilitas umum dan sosial akhirnya berakhir di Mapolsek Rogojampi, Banyuwangi.

Mediasi yang dihadiri oleh Kepala Seksi Dinas Perumahan Kabupaten Banyuwangi, Kepala Desa Pengatigan, Babinsa setempat, pihak developer dan juga warga menghasilkan satu kesepakatan yakni luas tanah diukur ulang.

“Kesepakatan itu yakni luas tanah site plan perumahan diukur ulang,” terang Zaenal Musthofa, warga Perum WPI I saat dihubungi wartawan Kabarpas.com biro Banyuwangi, Kamis (24/08/2017).

Hal serupa juga dijelaskan oleh Kapolsek Rogojampi, Kompol Toha. Ia membenarkan adanya mediasi di Mapolsek dan itu berjalan lancar serta kondusif.

“Ya, benar mas. Kemarin (Rabu (23/08/2017). kita gelar mediasi dan berjalan lancar serta kondusif,” ucap perwira berpangkat melati satu tersebut.

Sementara itu, Camat Rogojampi, Nanik Mahruchi yang tidak bisa hadir dalam mediasi tersebut, saat ditemui di kantornya menjelaskan, kronologi keterlibatanya dalam permasalahan ini karena ada laporan dari Pemerintah desa dan warga. Di tambah lagi pihak pemerintah kecamatan lebih mengedepankan musyawarah mufakat, maka dari perselisihan pengembang bersama warga. Pihaknya bersama Satpol PP langsung turun ke lapangan untuk melakukan mediasi.

“Saya menyarankan kepada warga dan developer untuk membuat surat kesepakatan bersama yang isi tidak merugikan satu sama lain,” kata Nanik.

Nanik juga menambahkan, terkait kabar  jika dirinya bertindak arogan, anarkis, atau sewenang-wenang. Menurutnya, itu dirasa tidak masuk akal.

“Lha wong di situ saya menyarankan untuk membuat kesepakatan bersama yang tidak merugikan kedua belah pihak. Jadi saat itu saya juga buru-buru karena kebetulan waktunya bersamaan dengan pemantapan pada adik-adik paskibra yang akan melaksanakan upacara,” pungkasnya.  (dik/war/gus).

Artikel ini telah dibaca 29 kali

Baca Lainnya

Blusukan ke Pasar Maron, Wabup Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

2 Juni 2019 - 09:52

KLHK Verifikasi SMPN 1 Pajarakan Menuju Adiwiyata Nasional

23 November 2018 - 06:22

Pemkab Probolinggo Data Bahan Pangan Asal Hewan

23 November 2018 - 02:10

Rilis Aplikasi Layanan Perpustakaan Digital

22 November 2018 - 15:23

Kecamatan Dringu Raih Juara Umum Porkab Probolinggo

22 November 2018 - 04:15

Tujuh Bulan Mengabdi Sebagai Pj Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo Resmi Dilepas

22 November 2018 - 01:33

Trending di KABAR NUSANTARA