Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Lintas Kabarpas · 24 Agu 2017

Para Guru Diharapkan Mampu Cetak Generasi Handal


Para Guru Diharapkan Mampu Cetak Generasi Handal Perbesar

Reporter : Dimaz Zidan

Editor : Agus Hartanto


Probolinggo (Kabarpas.com) – Sedikitnya 56 orang Kepala TK dan Kelompok Bermain (KB) wilayah Kabupaten/Kota Probolinggo mengikuti rapat kerja tahun 2017 di ruang pertemuan Bentar Eks Kantor Bupati Probolinggo di Kecamatan Dringu.

Kegiatan yang dihadiri oleh narasumber Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten Probolinggo Joko Wuryanto ini dihadiri oleh Sekretaris YPLP Dasmen Provinsi Jawa Timur Sugianto, Sekretaris Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Probolinggo Sentot Dwi Hendriyono, Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Purnomo dan Ketua YPLP Dasman Cabang Kabupaten Probolinggo Arif Hermawan.

Dalam sambutannya Ketua YPLP Dasmen Cabang Kabupaten Probolinggo Arif Hermawan menyampaikan bahwa bangsa Indonesia akan memasuki generasi emas pada tahun 2045 mendatang. Oleh karena itu, tugas guru bagaimana bisa membentuk generasi muda saat ini menjadi generasi yang benar-benar siap menyongsong tahun generasi emas.

“Mari kita melakukan rapat kerja untuk menyusun rencana kerja yang baik supaya anak-anak ini menjadi generasi muda yang handal pada tahun 2045 mendatang. Memang permasalahannya, anak saat ini tidak sama dengan kita waktu masih di bangku sekolah. Tapi inilah tugas kita bersama-sama,” ungkapnya.

Menurut Arif, sebagai lembaga pendidikan TK dan KB maka guru harus mampu menjawab tantangan zaman dengan baik. “Kalau anak didik kita tidak disiapkan sedemikian rupa, maka jangan heran jika nantinya anak kita hanya akan menjadi penonton. Kita desain rapat kerja ini dengan baik agar outputnya anak didik kita menjadi lulusan yang baik,” terangnya.

Sementara Ketua PGRI Kabupaten Probolinggo Purnomo mengaku sangat bangga atas apa yang selama ini dilakukan oleh PGRI bagi guru-guru yang ada di Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini merupakan salah satu upaya dalam rangka pemenuhan 8 (delapan) standart PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini).

“Penting kita ketahui bersama, setiap kegiatan apapun kita harus bersama-sama. Setiap permasalahan yang ada di PGRI, mari kita pecahkan bersama. Jangan sampai hal-hal apapun terdengar ke kamar lain,” katanya.

Terkait lembaga TK yang mendapatkan dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP), Purnomo meminta agar mampu mengelola dana tersebut dengan baik dan tepat sasaran. Pasalnya dana BOP ini sangat rawan kalau tidak dilakukan perencanaan dengan tepat dan hati-hati.

“Marilah hidupkan organisasi ini dengan baik. Apa yang terkait dengan mercusuar yang bisa menyampaikan pesan kesan PGRI agar mampu memberikan contoh yang baik mulai dari swasta maupun yang lain,” pungkasnya.

Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo Sentot Dwi Hendriyono menyampaikan bahwa rapat kerja ini merupakan momentum yang sangat tepat untuk menyusun rencana kerja yang akan dilakukan ke depan.

“Rapat kerja ini diminta agar diikuti secara utuh untuk kepentingan Kepala TK dan Kelompok Bermain (KB). Untuk memperjuangkan guru, pengurus PGRI harus mengabdi secara ikhlas,” ungkapnya.

Menurut Sentot, untuk menciptakan peserta didik yang berkualitas, harus harus menguasai dan memahami 4 (empat) kompetensi. Yakni, kompetensi pedagogik, profesional, sosial dan kepribadian. “Guru harus sungguh-sungguh dan baik dalam menguasai 4 kompetensi tersebut agar tujuan pendidikan bisa tercapai,” tegasnya.

Lebih lanjut Sentot menerangkan bahwa seorang Kepala TK dan Kelompok Bermain selalu berinteraksi dengan guru dan anak didik. Tentunya guru dan anak didik yang dihadapi memiliki karakter yang berbeda-beda.

“Ini tantangan untuk memahami karakter anak didik kita. Terlebih interaksi anak saat ini sudah berbeda dengan zaman kita masih anak-anak dulu. Anak-anak saat ini sudah mahir menggunakan ponsel dan media sosial,” jelasnya.

Sentot menjelaskan seorang kepala sekolah dianggap berhasil jika bisa melaksanakan tanggung jawabnya dengan baik. Hanya saja, menjadi panutan guru dan anak didik tidaklah mudah. Semua itu harus dihadapi dengan sabar dan telaten.

“Peran kepala sekolah sangatlah besar. Keberhasilan sekolah merupakan keberhasilan kepala sekolah. Karena sekolah berhasil manakala kepala sekolah mampu memanag dengan baik. Oleh karenanya harus memiliki jiwa kepemimpinan,” pungkasnya. (zid/gus).

Artikel ini telah dibaca 15 kali

Baca Lainnya

Blusukan ke Pasar Maron, Wabup Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

2 Juni 2019 - 09:52

KLHK Verifikasi SMPN 1 Pajarakan Menuju Adiwiyata Nasional

23 November 2018 - 06:22

Pemkab Probolinggo Data Bahan Pangan Asal Hewan

23 November 2018 - 02:10

Rilis Aplikasi Layanan Perpustakaan Digital

22 November 2018 - 15:23

Kecamatan Dringu Raih Juara Umum Porkab Probolinggo

22 November 2018 - 04:15

Tujuh Bulan Mengabdi Sebagai Pj Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo Resmi Dilepas

22 November 2018 - 01:33

Trending di KABAR NUSANTARA