Reporter : Kurnia
Editor : Memey mega
Malang, (Kabarpas.com) – Upaya Komunitas Malang Heritage (MHC) dalam melestarikan cagar budaya bukan hanya sekedar mendatangi langsung tempat ditemukannya situs atau cagar budaya. Salah satu gerakan dalam menumbuhkan rasa melindungi sejarah yakni dengan menggelar kegiatan diskusi bedah sejarah.
Tak tanggung-tanggung, dalam diskusi dengan tema ‘Hotel n Restaurant Heritage di Malang’ ini mendatangkan langsung para narsumber yang kompeten, diantaranya Dwi Cahyono, Ketua Yayasan Inggil sekaligus pendiri Museum Panji, Dwi Cahyono, Dosen Arkeolog Universitas Negeri Malang (UNM), Dukut Imam Widodo, Pemerhati sejarah sekaligus penulis buku Malang Tempoe Doeloe, dan Reza Hudianto, Dosen Sejarawan UNM dengan di moderatori Budi Fathoni, Dosen Tata Kota Institur Tehnologi Negeri Malang (ITN).
“Kegiatan ini merupakan tindakan spontanitas dari komunitas Malang Heritage sebagai bentuk jika kita ingin melindungi cagar budaya yang mulai terkikis. Dan Alhamdulillah ternyata antusiasnya luar biasa,” terang Birom, Koordinator kegiatan dan juga anggota MHC, Sabtu (26/8).
Acara tersebut juga diapresiasi oleh Wakil Walikota Malang, Sutiaji yang turut hadir dan membuka kegiatan yang digelar di Ballroom Hotel Pelangi Malang, “Saya berharap kegiatan ini tidak hanya ngomong doang dalam forum. Tapi harus ada tindakan. Buat regulasi ajukan ke pemerintah. Malang busa bangun bukan karena inisiatif pemerintah, tapi masyarakatnya,” ujar Sutiaji saat sambutan.
Sementara itu, Iskandar Sjachran, Manager Hotel Pelangi menjelaskan jika pihaknya sangat mendukung MHC dalam menggelar diskusi sejarah seperti ini. Menurutnya, untuk bisa mencintai dan menjaga sejarah, perlu diawali dengan pemahaman tentang sejarah itu sendiri.
“Bagaimana bangunan Heritage itu harus dilestarikan. Tapi juga perlu adanya edukasi kepada masyarakat teruma generasi muda supaya kedepannya dia pasti mencintai bangunan heritage dan menjaganya,” terang pria yang juga pemilik dari Hotel Pelangi tersebut.(kur/mey).

















