Reporter : Hari Purnomo
Editor : Putra
Banyuwangi, (kabarpas.com) – Menjelang Hari Raya Idul Adha pedagang ketupat sudah mulai memadati pasar Blambangan Banyuwangi. Ketupat yang terbuat dari anyaman nipah tersebut dijual di pasar blambangan, sejak rabu pagi (30/08/2017) pedagang sudah menyiapkan ketupat dan lontong yg mereka jual, dan berharap puncaknya pada hari kamis (31/08/2017) daganganya diserbu warga.
Ketupat biasanya di sajikan dengan masakan Gule, soto, sate untuk perayaan hari raya. Sedangkan lontong biasanya di nikmati bersama sate.
Tingginya permintaan ketupat dan lontong ini biasanya dimanfaatkan pedagang untuk mengeruk keuntungan. Tidak hanya produksinya yang diperbanyak. Harganya juga dinaikkan. Rudi (38) menjelaskan untuk saat ini harga pembungkus ketupat masih stabil, yaitu Rp 5 ribu per 10 bungkus. Harga ketupat yang sudah masak Rp 3 ribu, dan lontong berkisar antara Rp 2.500 sampai Rp 3 ribu. Tapi, dua hari menjelang hari raya para pembeli semakin ramai dan harga dinaikkan.
“Bahkan harga ketupat naik dua kali lipat menjadi Rp 10 ribu per 10 bungkus. Harga ketupat yang sudah masak naik menjadi Rp 5 ribu,” ujar produsen ketupat dan lontong di lingkungan sawahan pengantigan banyuwangi rabu (30/8/2017).
Namun berdasarkan pengalamannya, Rudi menegaskan bahwa lontong lebih dicari pada hari raya kurban dibanding ketupat. “Kalau ketupat saya santai saja. Biasanya saya lebih naikkan di penjualan lontong,” ujar laki – laki tersebut sambil mengayam ketupat. “Soalnya hari raya qurban ini orang banyak membuat sate. Jadi, lontong lebih digandrungi masyarakat,” tambahnya. Lontong dinaikkan harganya menjadi Rp 5 ribu.
Menjelang kedua hari besar tersebut, pasokan daun nipah untuk anyaman bungkus ketupat dan daun pisang untuk bungkus lontong otomatis juga ditambah. Bahkan bisa tiga kali lipat persediaannya dibanding hari biasa.(har/put).

















