Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Lintas Kabarpas · 5 Sep 2017

Lima Desa Kekurangan Air Bersih


Lima Desa Kekurangan Air Bersih Perbesar

Reporter : Hari Purnomo

Editor : Putra

__________________________________

Banyuwangi, (kabarpas.com) –TNI, POLRI dan Warga sedang memikul galon, drum serta timba untuk membawa air bersih untuk kebutuhan sehari-hari di Desa Sidowangi, Dusun Pancoran.

Selama 5 bulan warga kecamatan wongsorejo mengalami kekurangan air bersih, Setelah tiga desa yang dilanda kekeringan, kini bencana tersebut merambah dua desa lagi yang ada di Kecamatan Wongsorejo. Desa yang mengalami kekeringan yakni Desa Bangsring, Desa Alasrejo, Desa Sidowangi, Desa Wongsorejo, dan Desa Alasbuluh.

Masing-masing desa mengalami kekeringan yang berbeda-beda. Di Desa Bangsring, Dusun Krajan kendala yang dialami adalah tidak ada tandon penampung air. Sebenarnya pihak dari perkebunan Selogiri sudah menyiapkan pasokan air untuk warga Desa Bangsing karena letak wilayah lebih dekat dengan sumber mata air Selogiri. Namun masih terkendala pipa dan tandon tempat penampung air.

Saat di temui kabarpas.com biro banyuwangi, warga pancoran narowi mengatakan selama lima bulan ini untuk memnuhi air bersih kami harus membeli air di masjid dengan harga Rp.1000 Per jurigen “satu hari kami mampu membeli 2 jiregen di karenakan kondisi medan yang terlampau jauh, 2 jiregen cukup untuk memenuhi kebutuhan kami selama 4 hari”ungkapnya.

Sementara Camat Wongsorejo, Sulistyowati mengatakan, untuk Desa Alas Buluh mesin pompa dari PDAM masih mengalami kerusakan sehingga warga di dusun tersebut mengalami kendala untuk suplai air bersih. Namun, Pihak pemerintah kecamatan sudah berkoordinasi dengan pihak Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi.

BPBD setempat sejatinya sudah mengirim satu unit truk tangki air untuk menyuplai air ke daerah perkebunan kapuk tersebut.

“Untuk saat ini mesin PDAM masih dalam perbaikan sehingga butuh waktu untuk kembali normal. Pihak BPBD sudah menyuplai air secara terus menerus agar warga tidak mengalami kekeringan yang lebih parah,” ujar Sulistyowati

Untuk Desa Alasrerjo, Dusun Alasmalang, terkendala oleh tandon penampung air bersih yang tidak tersedia. Warga hanya menunggu pasokan air dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi yang sudah berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Wongsorejo. “Desa Alasrejo sudah kami beri suplai air bersih. Jika nanti warga kekurangan pasokan air maka Kepala Dusun segera menghubungi kami,” ujar staf kedaruratan dan logistik BPBD Banyuwangi, Nanang Hariyadi.

Sedangkan Desa Sidowangi, Dusun Pancoran, Air yang biasanya mengalir dari pipa sumber mata air Perkebunan Pringgondani kini tidak bisa lagi memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga. Dikarenakan sumber mata air mengalami penyusutan di musim kemarau, Sehingga warga untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari terpaksa membeli air di masjid. Sebanyak 500 Kepala Keluarga (KK) mengalami kekurangan air bersih di wilayah tersebut. “Kami membeli air di masjid setiap satu jurigen seharga Rp. 1000,” ucap Narowi, 50, Warga Dusun Pancoran.

Untuk Desa Wongsorejo, kekeringan yang terjadi melanda dua dusun yaitu Dusun Karangrejo Utara dan Dusun Karangrejo Selatan. Karena letak kedua dusun tersebut berada di perbatasan hutan konservasi maka warga yang berada di sekitar perbatasan mengalami kekeringan. “Pipa air yang mengaliri wilayah tersebut masih dalam proses penyambungan”. Papar Anggota Koramil Wongsorejo, Pelda Putu Sukamerta.
Selain itu kendala pompa mesin yang mati masih dialami oleh warga Desa Alasbuluh, Dusun Karangbaru. Warga hanya bisa menunggu bantuan air bersih yang dikirim olah truk tangki milik PDAM Wongsorejo. “Untuk air yang bisa kami tampung biasanya 4 jurigen mampu mencukupi kebutuhan selama 3 hari,” ungkap Marwan, 40, warga Dusun Karangbaru.

BPBD Banyuwangi yang sudah berkoordinasi dengan PDAM Wongsorejo menyediakan truk tangki air bersih siap minum berkapasitas 5000 liter. Air bantuan yang diberikan diprioritaskan untuk air konsumsi saja. Kebanyakan warga bisa menampung air dalam jurigen dengan kapasitas 25 liter. “Untuk pembagian air tidak dibatasi. Karena semua warga yang kekurangan air bersih bisa menggunakanya ,” tandas Danramil Wongsorejo, Kapten (Inf) Sutaji.(har/put).

Artikel ini telah dibaca 21 kali

Baca Lainnya

Blusukan ke Pasar Maron, Wabup Probolinggo Pastikan Harga Bahan Pokok Stabil

2 Juni 2019 - 09:52

KLHK Verifikasi SMPN 1 Pajarakan Menuju Adiwiyata Nasional

23 November 2018 - 06:22

Pemkab Probolinggo Data Bahan Pangan Asal Hewan

23 November 2018 - 02:10

Rilis Aplikasi Layanan Perpustakaan Digital

22 November 2018 - 15:23

Kecamatan Dringu Raih Juara Umum Porkab Probolinggo

22 November 2018 - 04:15

Tujuh Bulan Mengabdi Sebagai Pj Bupati Probolinggo, Tjahjo Widodo Resmi Dilepas

22 November 2018 - 01:33

Trending di KABAR NUSANTARA