Reporter : Dimaz Zidan
Editor : Titin Sukmawati
___________________________________
Probolinggo (Kabarpas.com) – Peran serta Muslimat NU Kabupaten Probolinggo tidak hanya sekedar mensyiarkan aqidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) NU, seperti pengajian, sholawatan dan yasinan, tetapi sudah banyak menggali potensi dari bidang yang lain sesuai dengan kearifan lokal daerah yang kental dominan di masyarakat.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Pimpinan Cabang Muslimat NU Kabupaten Probolinggo Hj. Nurhayati dalam peringatan hari lahir (harlah) Muslimat NU, yang digelar oleh Pimpinan Ranting Muslimat NU Desa Resongo Kecamatan Kuripan, Kabupaten Probolinggo.
“Dari sekian kegiatan sudah pernah melaksanakan pelatihan 2 (dua) olahan pangan dengan bahan lokal daerah membuat kripik ,dodol mangga, sale pisang serta Teknologi Tepat Guna (TTG) bagaimana cara memandikan jenazah yang benar,” katanya kepada Kabarpas.com biro Probolinggo.
Bahkan, dalam setiap kegiatan, Muslimat NU Kabupaten Probolinggo sudah bersinergi dengan Kantor Kemenag (Kementerian Agama) Kabupaten Probolinggo sehingga ilmu sekecil apapun akan bermanfaat serta dapat diaplikasikan langsung di masyarakat.
“Paling tidak sudah ada sedikit perubahan perbaikan mulai pola hidup dan kebiasaan yang belum sempurna kita berikan pembinaan.Tidak sekedar hanya memberikan pelatihan tapi sudah banyak manfaat yang diperoleh dari pembinaan maupun pelatihan,” terangnya.
Menurut Nurhayati, pelatihan ketrampilan ini sudah banyak berdampak pada kesejahteraan anggota Muslimat NU. Dimana sudah ada yang sudah bisa buka pracangan, ada pedagang keliling makanan olahan lokal bergizi (sate sempol, cilok, dodol mangga, manisan mangga, kue kering, aneka kripik dan lain sebagainya.
“Tidak sia sia pemerintah daerah memberikan ruang pelatihan kepada para anggota Muslimat NU mulai dari tingkat ranting hingga cabang di Kabupaten Probolinggo. Harapan kami ke depan Muslimat NU bisa semakin berkiprah jaya di masyarakat Kabupaten Probolinggo,” tegasnya.
Untuk sampai ke lokasi peringatan Harlah Muslimat NU di Dusun Bulak Desa Resongo Kecamatan Kuripan butuh perjuangan yang ekstra dan waktu yang cukup lama. Selain lokasinya sangat jauh, akses jalan menuju lokasi kegiatan masih macadam Namun semangat perjuangan semua pengurus Muslimat NU tidak patah semangat guna memberikan konsep syi’ar Aswaja NU.
“Selain untuk lebih mengenalkan tentang Aswaja dalam ke-NU-an, kegiatan ini bertujuan agar para pengurus dan anggota Muslimat NU termotivasi lebih semangat dan terus berjuang mensyi’arkan Muslimat NU di daerah pedalaman agar lebih kuat dan mantap mengenal ajaran Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) NU,” pungkasnya. (zid/gus).

















