Reporter : Hari Purnomo
Editor : Putra
Banyuwangi (kabarpas.com) -Penemuan mayat di pantai bulusan menggegerkan warga karena kematian korban yang diketahui bernama Mistali (62) itu, menjadi misteri. Pasalnya, ia tercatat dalam KTP sebagai warga Dusun Gondang, Desa/Kecamatan Sumber Jambe, Kabupaten Jember dan pekerjaannya sebagai buruh tani perkebunan. Menjadi masalah karena meninggalnya mengapung di Pantai Bulusan, Kecamatan Kalipuro.
Ketika ditemukan, jasad lelaki ini dalam kondisi membengkak mengenakan kemeja serta celana. Identitasnya terkuak setelah Kasat Polairud Polres Banyuwangi AKP Subandi yang datang ke lokasi mengambil dompet korban.
Dalam dompet berwarna hitam itu berisi KTP, STNK, uang Rp 42 ribu, plus dua buku telepon berukuran mini. Penelusuran pun dilakukan untuk mengetahui kronologis kematian korban yang mengapung di belakang Pabrik Semen Bosowa tersebut.
Beberapa nomor HP yang tertulis dalam buku telepon berusaha dihubungi aparat. Sayang beberapa nomor itu tak bisa dihubungi. Ada yang tersambung namun tidak diangkat.
Sementara, hasil olah TKP aparat gabungan Polairud, Polsek Kalipuro, TNI AL dan Basarnas tidak menemukan pengakuan dari sejumlah saksi di TKP yang mengenali korban.
Karyawan Pabrik Semen Bosowa yang berkerumun di lokasi juga menjelaskan bila nama Mistali tidak termasuk dalam deretan daftar karyawan.
“Sambil menunggu hasil penyelidikan melalui nomor ponsel yang dikantongi korban, sementara jenazahnya dititipkan di kamar mayat RSUD Blambangan Banyuwangi,” terang AKP Subandi kepada Kabarpas.com biro Banyuwangi, Kamis (07/09/2017).
Kasat Polairud Polres Banyuwangi ini memang tiba lebih awal bersama petugas Basarnas. Kabar temuan mayat diterima langsung oleh AKP.Subandi melalui anggotanya dan langsung bergegas ke TKP (tempat kejadian perkara).
Di lokasi, jenazah korban yang semula mengapung di perairan telah dievakuasi ke tepi oleh nelayan lokal. Jasad Mistali kemudian dimasukkan ke dalam kantong mayat dan dibawa ke kamar mayat RSUD Blambangan menggunakan mobil patroli Polsek Kalipuro. Kapolsek Kalipuro AKP Supriyadi juga turut datang ke lokasi. Sampai pukul 15.00 WIB peristiwa ini sedang diselidiki petugas.(har/put).

















