Reporter : Arudatu
Editor : Memey Mega
___________________________________
Malang (Kabarpas.com) – Sebagai daerah kunjungan wisata yang dinamis, Kota Malang mencoba untuk tetap berbenah. Beberapa kampung wisata seperti Jodipan atau dikenal kampung warna- warni, kampung tempe Sanan, kampung Tridi dan sebagainya telah menjadi bukti berkembangnya wisata perkotaan.
Bertempat di hotel Balava Kota Malang, Deputi Bidang Pengembangan Destinasi Dan Industri Pariwisata Kemenpar RI dalam hal ini, Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya melaksanakan Bimtek Pengelolaan Wisata Pedesaan dan Perkotaan mulai Senin (11/09/2017) sampai Kamis (14/09/2017) nanti.
Kegiatan bimtek ini diikuti oleh kurang lebih 35 orang wakil dari kampung dan desa wisata yang berada di Malang Raya. Kegiatan dibuka oleh Kepala Dinas Budpar Kota Malang, Ida Ayu Made Wahyuni, SH, MSI didampingi oleh Kabid Pengembangan Wisata Pedesaan dan Perkotaan, Nurwan Hadiyono.
Dalam kesempatan itu, perwakilan Kemenpar menyampaikan bahwa target wisatawan mancanegara tahun 2019 adalah 20 juta wisatawan. Untuk itu, diperlukan paket wisata perkotaan sebagai sarana untuk mempercepat kunjungan wisatawan.
“Sengaja Kota Malang dipilih untuk dilaksanakan bimtek ini karena produk pendukung pariwisata berbasis lokalitas di Malang sangat menonjol,” ujar Tim Percepatan Wisata Pedesaan dan Perkotaan, Hengky Hermantoro.
Dia juga memberikan gambaran pentingnya sinergitas antara masyarakat dan pelaku pariwisata dalam menyambut wisatawan baik mancanegara maupun domestik untuk meningkatkan jumlah kunjungan.
Salah satu narasumber dari PHRI Kota Malang sekaligus pegiat Malang heritage Community, Dwi Cahyono menyampaikan bahwa potensi Kota Malang perlu ditingkatkan melalui event wisata dan membangun event berbasis komunitas serta mengembangkan heritage for tourism sembari menjaga image sebagai Kota Pusaka.
“Beberapa persoalan yang Akan dibahas pada sesi hari kedua adalah prinsip pengembangan wisata perkotaan serta pemasaran pariwisata melalui kolaborasi dan perkuatan branding kota,” ujar pendiri yayasan Inggil tersebut.
Selanjutnya juga akan dikembangkan produk wisata urban tematik yang memberdayakan komunitas. Sehingga kedepan perlu diperhatikan hubungan yang erat antar stakeholders dan pemangku kepentingan termasuk komunitas. Kegiatan Juga akan dakhiri dengan kunjungan lapangan ke beberapa kampung di Kota Malang. (aru/mey).

















