Reporter : Kholid Andika
Editor : Agus Hartanto
___________________________________
Sidoarjo (Kabarpas.com) – Sekitar lima orang teroris dengan senjata api jenis pistol, langsung menguasai dan menyandera salah satu calon penumpang di Bandara Juanda terminal dua Sidoarjo. Dengan menodongkan sebuah pistol, salah satu teroris tersebut meminta kepada pengelola bandara untuk segera melepaskan salah satu komplotan mereka yang diamankan oleh petugas karena kedapatan membawa sebuah paket bahan peledak saat hendak berangkat melalui Bandara Juanda.
Dengan menggunakan persenjataan lengkap, tim dari komando pasukan katak yang datang langsung menyerbu komplotan teroris yang sedang menyekap seorang wanita. Aksi baku tembak dengan para teroris tak dapat terelakkan untuk segera melakukan pembebasan terhadap seluruh para sandera.
Setelah berhasil melumpuhkan kelompok teroris, tim penjinak bom dari Kopaska melakukan penyisiran dan berusaha mengevakuasi sebuah tas yang diduga berisi bom. Dengan menggunakan robot, akhirnya bom tersebut dapat dideteksi dan berhasil dievakuasi menuju mobil jihandak.
Tidak hanya di dalam area Bandara Juanda, komplotan teroris ini juga telah membajak satu pesawat milik maskapai Garuda Indonesia, yang di dalam nya juga terdapat sejumlah penumpang yang juga ikut disandera. Namun karena kasigapan personil dari TNI Angkatan Laut untuk melakukan pembebasan sejumlah sandera di dalam pesawat, akhirnya komplotan teroris ini berhasil dilumpukan.
Danpuspenerbal Juanda Laksamana Pertama Manahan Simorangkir mengatakan, aksi penumpasan teroris di terminal 2 Bandara Internasional Juanda ini bukanlah pertempuran yang sesungguhnya, tetapi hanyalah simulasi untuk mengantisipasi terjadinya aksi teror di tempat umum khususnya di Bandara Juanda.
“Hari ini kita melaksanakan latihan khusunya latihan anti teror di Bandara Internasional Juanda. Kita ketahui bersama bahwa bandara ini adalah bandara yang cukup aman dan menjadi rujukan. Ini sebenarnya bandara militer yang keamananannya ditangani oleh TNI AL, Puspenerbal dan Lanudal Juanda. Oleh karena itu di dalam memelihara pasukan kita, di dalam tim ini dilakukan latihan yang cukup memadai. Kita tidak hanya sendiri tetapi bersama-sama seluruh stackholder. Kita berharap bandara ini aman, oleh sebab itu pasukan kita harus dilatih keterampilan dan kewaspadaannya,” kata Danpuspenerbal Juanda Laksamana Pertama Manahan Simorangkir, Kamis (14/09/2017).
Simulasi ini sempat menggegerkan sejumlah pengunjung dan karyawan PT Angkasapura. Mereka sebelumnya tidak diberitahu akan adanya simulasi penumpasan teroris. Meski berhasil melumpuhkan seluruh gembong teroris, namun masyarakat berharap tidak terjadi peristiwa sebenarnya. (lid/gus).

















