Reporter : Kholid Andhika
Editor : Kholid Andhika
__________________________________
Sidoarjo (kabarpas.com) – Sebuah Sekolah Menengah Pertama (SMP) swasta di Sidoarjo mempunyai cara tersendiri dalam proses pembelajaran kepada siswanya. Salah satunya dengan kegiatan pembelajaran di luar kelas yakni dengan mebuat escavator mini dari bahan sederhana. Pembelajaran ini sekaligus untuk mempraktekan ilmu yang mereka dapat di dalam kelas.
Pembelajaran di luar kelas itu dilakukan pihak sekolah agar siswa SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo tidak jenuh karena lama belajar di dalam kelas. Tak hanya itu, para siswa juga diharapkan bisa belajar mandiri.
Dengan memnfaatkan karton, mainan suntik serta selang, para siswa ini mencoba membuat eskavator mini sebagai bahan praktek atas teori dari pelajaran yang mereka dapatkan di dalam kelas.
Meski tampak menggunakan alat yang sederhana, para siswa ini memulainya dengan menggambar pola diatas kertas untuk kemudian dipotong dan dibentuk menjadi sebuah escavator mini yang memiliki fungsi memindahkan barang dari satu tempat ke tempat lain.
Meski tidak menggunakan tenaga elektrik, namun escavator mini ini mampu bergerak hanya dengan menggunakan tekanan dari suntikan yang sudah mereka sambung serta mereka rangkai menjadi tenaga gerak.
‘Ini merupakan penerpan dari teori yang telah kami dapatkan di dalam kelas dari mata peljaran ipa dan matematika. Dengan membuat escavator ini kami bisa mengubah dari teori menjadi sebuah karya sederhana yang mudah dipahami,” kata salah satu siswa SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo, Sahirah Safa, Kamis (20/09/2017).
Sementara itu, Kepala SMP Muhammadiyah 1 Sidoarjo, Aunur Rofiq mengatakan bahwa pembuatan escavator mini ini, merupakan praktek dari teori hukum pascal dimana gaya yang dihasilkan suatu benda berbanding lurus dengan tekanan. Jika tekananya semakin tinggi maka gaya geraknya juga semakin besar, seperti halnya dalam sistem kerja sebuah escavator.
“Selain mebuat mini escavator, para siswa juga akan mebuat roket water yang mereka bikin dari beberapa potongan paralon yang kemudian mereka rangkai menjadi sebuag roket water untuk mengetahui sistem kerja roket,” pungkasnya. (lid/lid).

















