Oleh : Dimas Kalimasyada,
Entrepreneurship Trainer For Teens
(Kabarpas.com) – SEBERAPA sering kita merasa susah mengerjakan sesuatu dengan cepat? Kenapa tugas kita lama sekali dikerjakan? Kenapa skripsi kita nggak beres-beres ? Anda pernah merasakan itu, kan? Mungkin saja kita terjangkit “penyakit” susah fokus. Di artikel kali ini saya akan membahas sebuah fenomena mengerikan yang terjadi di generasi millenials yaitu fenomena susah fokus beserta tips-tips untuk mengatasinya.
Sebenarnya penyakit ini bukan penyakit biologis yang diakibatkan tidak berfungsinya otak dengan baik dsb, tapi lebih disebabkan karena sebuah habbit yang dinamakan “Smartphone Addiction” atau bisa disebut juga Smartphone Syndrome. Ya! Ini lah ternyata sumber dari ketidak fokusan generasi millenials yang sudah sangat erat dengan smartphone-nya.
Makanya, sering terjadi ketika kita sedang mengerjakan tugas misalnya tiba-tiba terpikir mau pesan Go-Food, 5 menit kemudian tiba-tiba inget mau nonton video Youtube baru-nya Deddy Cobuzzier, 5 menit kemudian tiba-tiba kepikiran mau ngepo-in Insta story nya doi, dan seterusnya dan seterusnya. Akhirnya, Anda benar-benar gagal fokus dan tugas Anda tidak selesai.
Selain menyebabkan gagal fokus, Smartphone Syndrome juga sudah membuat kita terjerumus dalam “shallow work” atau : aktifitas dangkal yang menghabiskan waktu, namun ternyata sama sekali tidak berdampak pada peningkatan skills, nasib dan income kita. Mengerikan bukan? Selain merenggut daya fokus, ternyata syndrome ini bisa-bisa merenggut income juga.
Lalu apa solusi nya? Di bawah ini saya akan memberikan 3 solusi ringan yang bisa Anda lakukan untuk setidaknya mengurangi intensitas ber”smartphone” dan mengembalikan daya fokus Anda seperti seharusnya.
1. Swicth Off Your Gadget
Terdengar sangat klasik tapi inilah solusi yang jitu agar anda tidak ter-distract oleh gadget anda. Sediakan waktu khusus kapan anda harus benar-benar mematikan gadget anda. Misalkan saat mengerjakan tugas yang memang tidak membutuhkan smartphone, kenapa tidak untuk dimatikan dulu? Karena kalau tidak dimatikan, anda akan ”gatal” untuk selalucheck over and over again.
2. Take Your “Deep Thinking” Ability Back.
Banyak sekali dari kita yang terjebak berjam-jam untuk menatap layar HP tanpa ada dampak apa-apa karena kita tidak tahu apa yang mau ditingkatkan. Waktu berjam-jam hanya scrolling beranda Instagram, checking Instagram story, dan nonton youtube daily vlog “heywasapmapren”. Makanya kita susah untuk berpikir secara mendalam dan fokus karena kebiasaan-kebiasaan ini tidak membutuhkan “Thinking Process”.
Master Yodhia menyarankan kita untuk kemudian mengasah kemampuan deep thinking kita lagi dengan cara membaca tulisan/artikel/ blog atau buku yang bisa meningkatkan skills kita dan require “Thingking Process”. Dengan begitu, kita bisa perlahan mengembalikan daya fokus kita. Baca lah artikel-artikel yang anda sukai dan sesuai dengan minat dan passion anda.
3. Eliminate Online Noise From Your Smartphone
Banyak dari kita juga sudah terjebak fenomena “online information overload” yang seringkali isinya sampah, abal-abal dan tak bermutu. Banyak dari kita yang malah anteng dengan membaca berita hoax di grup facebook dan WA. Parahnya lagi berita hoax ini kita share, maka berlipat ganda lah kebodohan-kebodohan itu semakin tersebar.
Pertanyaanya, kenapa orang Indonesia mudah share berita hoax? Jawabannya sangat simpel, karena kebanyakan orang Indonesia malas membaca buku-buku yang berkualitas dan require thinking process. Wajar daya intelektualitas kita rendah dan mudah “tertipu” informasi hoax. Uniknya, penyebar hoax itu merasa kerendan bangga karena apa yang disebarnya terlihat saintifik. Padahal itu hanya “pseudo-scince”: mau sok pinter padahal ilmunya cetek dan tidak bisa dipertanggung jawabkan.
So, kurangi distraksi-distraksi online itu. Lebih baik left group dari grup-grup gosip anda, atau grup-grup yang tidak penting dan hanya menghabiskan waktu anda yang berharga. Sehingga anda tidak akan terlalu terganggu dengan puluhan atau bahkan ratusan notifikasi tidak penting setiap harinya. Dengan begitu anda akan bisa mengembalikan daya fokus anda.
Kesimpulan :
Itulah mengapa generasi millenials dikenal sebagai “Generasi Susah Fokus”. Untuk kembali fokus, yang anda butuhkan bukan lah air mineral A*UA (Itu hanya branding saja dan tidak ada pengaruhnya dengan tingkat ke-fokusan anda). Yang anda butuhkan adalah berkurangnya distraksi-distraksi yang berbahaya itu. Mudah-mudahan tips-tips diatas bisa membantu anda untuk kembali fokus dan produktif! Salam Gen Millenials!
*Rubrik Inspirasi dan Motivasi hidup ini, kerjasama antara Kabarpas.com (PT. Media Masyah Publika) dengan Kautsar Management yang berkantor di Jakarta. (***).

















