Reporter: Kurnia
Editor: Memey Mega
________________________________________________________________________
Malang (Kabarpas.com) – Bila membicarakan panggung pertunjukan pastinya kita akan tertuju pada konser musik pada umumnya, tapi berbeda dengan di Kota Malang yang menggelar pertunjukan seni dan pawai budaya Jawa Timur.
Pawai budaya dengan tema Jatim Specta Night 2017 itu, diselenggarakan Sabtu (07/10/2017) malam. Yakni, mulai pukul 19.00 hingga 23.00 wib, dengan rute dari Museum Brawijaya hingga finish di depan Baperwil Malang. Jalur pawai adalah sepanjang Jalan Ijen.
Para warga Kota Malang yang lokasi tempat tinggalnya dilewati rombongan pawai tersebut, dapat melihat secara langsung rombongan pawai dan sekaligus bisa berselfie ria.
Adapun peserta dan penyaji seni yang terlibat, yaitu berasal dari beberapa Kabupatan dan kota se-Jawa Timur. Dengan menunjukkan kesenian budaya masing-masing, Kota Malang menjadi tuan rumah dipenyelenggaraan tahun ini dengan bertajuk Pesona Topeng Nusantara.
“Maka dari itu, tampilan terbaik saat pawai adalah menyajikan pawai topeng. Melibatkan seniman dan penari topeng se-Malang Raya dengan menunjukkan ciri khas Malang sebagai kota yang memiliki budaya topeng Malangan,” terang Feby Damayanti, Bendahara Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Malang kepada Kabarpas.com.
Menurutnya, acara ini merupakan upaya pemerintahan Jatim dalam melestarikan tradisi budaya Jawa Timur yang dari dulu hingga sekarang masih tetap dijaga. “Selain ada pawai, juga ada acara bazaar Malang menyapa yang bertempat di museum Brawijaya untuk memperkenalkan makanan khas Malang,” imbuhnya.
Tak hanya itu, Warga Malangpun cukup terhibur dengan warna-warni kostum dari peserta pawai dan gemerlap suasana di sepanjang Ijen. Ribuan warga memadati sehingga mengakibatkan beberapa jalan menuju Ijen menjadi padat merayap.
“Sangat bagus, kita bisa melihat pakaian adat masing-masing daerah. Pertunjukan beberapa daerah dan pastinya bisa selfie-selfie sama pesertanya. Pokoknya acara ini keren,” ungkap Astrid, salah satu remaja putri asli Malang. (kur/mey).

















