Reporter : Ali Mahfudz
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Demi memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat, petugas Damkar (Pemadam Kebakaran) Kabupaten Probolinggo terus meningkatkan kemampuannya. Salah satunya dengan rutin mengikuti pelatihan sebagai antisipasi meningkatkan kapasitasnya sehingga bisa meningkatkan kinerjanya.
Hal itu diakui oleh Kepala Satpol PP Kabupaten Probolinggo Dwijoko Nurjayadi ketika dihubungi oleh Kabarpas.com, Minggu (14/1/2018). Menurutnya, pelatihan petugas Damkar ini dilakukan sebagai tindak lanjut dari sudah diterapkannya aplikasi Mata Kota. Dimana dengan aplikasi ini masyarakat bisa dengan mudah melaporkan setiap kejadian yang ada di sekitarnya.
“Dengan aplikasi Mata Kota ini tentunya setiap kejadian akan lebih cepat tersebarluaskan. Petugas Damkar sebagai pelayan masyarakat harus mampu memberikan respon dengan cepat pula. Perkembangan teknologi ini harus diimbangi oleh aparat di lapangan, dalam hal ini petugas Damkar,” kata Dwijoko.
Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan personil Damkar. Karena pada dasarnya personil Damkar ini adalah anggota Satpol PP yang diberi tugas tambahan. Selanjutnya mereka dilatih menjadi petugas Damkar.
“Ke depan, saya ingin meningkatkan kemampuan personil Damkar. Tidak hanya mampu menyemprot dan memadamkan api, tetapi menyiapkan masyarakat bagaimana memadamkan api. Karena yang tahu lebih dulu jika terjadi kebakaran adalah masyarakat. Misalnya jalan kecil yang mobil Damkar tidak bisa masuk. Jika menunggu Damkar datang tentunya kerugiannya akan semakin bertambah,” jelas Joko.
Dari total 30 personil Damkar di Kabupaten Probolinggo, yang baru mengikuti pelatihan dan mendapatkan sertifikat baru 7 (tujuh) orang. Selanutnya 30 orang personil ini dibagi 2 (dua) yakni 15 orang wilayah timur di Kantor Bupati Probolinggo dan 15 orang wilayah barat di Eks Kantor Bupati Probolinggo di Kecamatan Dringu. Untuk masing-masing wilayah dibagi menjadi 3 regu dengan personil 5 orang masing-masing regu.
“Jadi dalam pelatihan ini para personil Damkar ini dilatih cara menggunakan peralatan dan strategi pemadaman mulai dari api yang kecil sampai besar. Baik itu di ruang terbuka maupun ruang tertutup. Selama ini mereka hanya bondo nekat. Padahal safety itu wajib dipakai saat terjadi kebakaran,” tegas Joko. (fudz/nis)

















