Reporter : Ali Mahfudz
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Sesuai data yang dikeluarkan oleh BPS Kabupaten Probolinggo, tingkat inflasi di Kabupaten Probolinggo turun menjadi 3,18% dan berada di nomor 2 terendah di Jawa Timur setelah Kota Surabaya.
Hal itu disampaikan Bupati Probolinggo Puput Tantriana Sari dalam kegiatan rapat koordinasi pengendalian inflasi di auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo, Rabu (24/1/2018).
“Artinya, marilah bersama-sama Pemkab Probolinggo dan stakeholder sebagai garda terdepan termasuk semua pedagang dan pengepul mampu memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat,” kata bupati.
Bupati Tantri menegaskan memasuki tahun 2018, situasi politik pasti mempengaruhi harga. Salah satu isu stratgeisnya adalah adanya kecenderungan kenaikan harga komoditas utama dan tarif dasar listrik hingga lebih dari 100%. “Saya rasa kebijakan ini tepat diberikan oleh pemerintah karena kenaikan ini bukan untuk masyarakat miskin,” terang bupati.
Hanya saja upaya yang dilakukan Pemkab Probolinggo tidak akan sempurna manakala tidak ada kesamaan frekuensi. Oleh karena itu semua instansi diharapkan melakukan pengendalian inflasi dengan sering melakukan forum sharing untuk mempermudah koordinasi sehingga apabila ada permasalahan bisa cepat diatasi.
“Camat wajib mengetahui pertama kali, sehingga tim pengendali inflasi mampu memberikan solusi cepat dan solutif. Dengan demikian cita-cita bersama menekan inflasi benar-benar terwujud dengan bekerja secara efektif,” pungkas bupati.
Kabag Administrasi Perekonomian dan SDA Kabupaten Probolinggo Santoso mengatakan kegiatan ini mempunyai tujuan koordinasi antara pemerintah, stakeholder, pelaku usaha dan masyarakat dalam hal pengendalian inflasi di Kabupaten Probolinggo untuk mewujudkan kondisi perekonomian yang stabil.
“Dari kegiatan ini diharapkan adanya manfaat yang terkandung didalamnya baik bagi masyarakat terutama bagi pelaku usaha yang ada di Kabupaten Probolinggo adalah pemahaman pelaku usaha dan masyarakat akan pentingnya pengendalian inflasi bahwa inflasi yang rendah dan stabil akan berdampak positif terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat dengan terjaganya daya beli,” kata Santoso. (fudz/nis)

















