Reporter : Joko Santoso
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Lembaga SPEKTRA Surabaya menggelar Training Guru dan Orang Tua. Acara yang digelar di Taman Candra Wilwatikta ini ialah bagian dari mengkampanyekan Program Isi Piringku, yang merupakan kerja bareng antara Lembaga SPEKTRA Surabaya denhan Danone.
Untuk peserta yang hadir dalam acara ini tak hanya dari Pasuruan, melainkan juga ada yang dari Mojokerto. Hadir sebagai nara sumber yakni dr. Ikhfina Fahmawati, yang tak lain ada istri dari Bupati Mojokerto.
Dalam kesempatan itu, dr. Ikhfina menjelaskan tentang persoalan anak sejak usia dini hingga berusia 4 – 6 tahun. Kegiatan diikuti dari kalangan peserta yang kebanyakan para pendidik dari PAUD dan TK di Kabupaten Pasuruan dan Mojokerto ini, banyak terima masukan terkait bagaiman cara didik anak agar mereka bisa mandiri.
Ikhfina menjelaskan, gizi itu sesuai dengan usia. Laki-laki dan perempuan juga tidak sama. Karenanya gizi yang diberikan pada anak, merupakan tanggung jawab sang ibu.
“Kalau kita berbicara tentang pertumbuhan juga harus diperhatikan. Dalam makan ibu-ibu harus beragam. Tidak mesti harus nasi,” katanya.
Sementara itu, Direktur Lembaga SPEKTRA Surabaya, Roni S Sya’roni mengatatakan bahwa isi piringku ini akan terus dikembangkan tiap tahunnya untuk memberikan pendidikan dan edukasi pada anak-anak khususnya jelang usia memasuki sekolah dasar.
“Selain itu, kedepan program ini akan kami masukan pada kurikulum di sekolahan TK dan PAUD,” jelasnya.
Sedangkan dari perwakilan Danone, Wailah menambahkan bahwa yang ikut berkiprah dalam mencerdaskan anak bangsa khususnya di kalangan balita ini, mengungkapkan bahwa, program ini merupakan panduan bagaimana cara makan. Coba isi piringku ini, program anak usia 4-6 tahun agar bisa mandiri.
“Lebih terlibat masuk sekolah yang lebih tinggi. Diharapkan di SD kemandiriannya tumbuh,” pungkasnya. (jok/tin).

















