Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 27 Feb 2018

Mizan Goes To Campus, Angkat Diskusi Buku “Tema-Tema Pokok Al Qur’an”


Mizan Goes To Campus, Angkat Diskusi Buku  “Tema-Tema Pokok Al Qur’an” Perbesar

Reporter : Nur Aida

Editor : Titin Sukmawati

 

Tulungagung, Kabarpas.com – Salah satu pemikir Islam modern yang karya-karyanya masih terus dikaji di berbagai universitas di dunia adalah Fazlur Rahman. Dan dari sekian karya Rahman yang masih terus dibicarakan adalah Major Themes of the Qur’an, buku ini baru saja diterjemahkan oleh penerbit Mizan dengan judul Tema-Tema Pokok Al Qur’an.

Cak Nur, Buya Syafii dan Pak Amin Rais adalah di antara orang Indonesia yang pernah belajar langsung dari Rahman di Universitas Chicago. Tiga Pendekar dari Chicago, begitu Gus Dur menjuluki tiga orang tersebut. Tiga orang dengan tiga konsentrasi dan fokus yang berbeda-beda. Mereka turut andil dalam perkembangan pemikiran Islam di Indonesia.

Dalam kesempatan diskusi buku Tema-Tema Pokok Al Qur’an yang diselenggarakan di IAIN Tulungagung beberapa waktu yang lalu. Dr. Aksin Wijaya, Direktur Pascasarjana IAIN Ponorogo dan Prof. Dr. Mujamil Qomar, Guru Besar Pemikiran Islam IAIN Tulungagung, didapuk menjadi narasumber.

Secara eksploritatif, Aksin membahas latar belakang, metode metode menulis Fazlur Rahman dan cara berfikir Rahman dalam menulis Tema-Tema Pokok Al Qur’an. Dalam Tema-Tema Pokok Al-Qur’an itu, Rahman membagi al-qur’an ke dalam 8 (delapan) tema pokok dan 2 (dua) tema tambahan tersebut.

Dalam menulis, menurut kacamata Aksin, Rahman menggunakan metode apresiasi-kritis dalam dua peradaban sekaligus, yaitu peradaban Timur Tengah dan Barat, dan dalam cara berpikir, Rahman menggunakan cara berpikir neomodernisme.

Aksin menyimpulkan bahwa dalam kepenulisan buku tersebut, Rahman sebenarnya mencoba menyampaikan pesan penting tentang dua objek penting yang disampaikan Al-qur’an, yaitu Tuhan, manusia, dan alam, dan relasi ketiganya.

Di penghujung penyampaiannya, Aksin memberikan pernyataan kemungkinan bahwa, Rahman sengaja tidak memberikan konstektualisasi Al-qur’an dalam bukunya, karena Rahman menginginkan Al-qur’an berbicara sendiri tentang tema yang dikandungnya.

Berbeda dengan Aksin yang mencoba menjelaskan latar belakang Rahman, setelah memaparkan isi buku, Mujamil menyampaikan kritik pada kandungan isi buku Rahman.

Menurut Mujamil, berbagai tema yang dibahas dalam buku tersebut sebenarnya bukanlah representasi dari kandungan Al-qur’an, sebab masih banyak tema lain yang terdapat dalam Al-qur’an selain dari yang dipaparkan Rahman dalam bukunya tersebut.

Dalam pandangan Mujamil, Rahman tidak menetapkan fokus pembahasan yang mengarah pada permasalahan tertentu, sehingga yang terjadi tiba-tiba ialah ia memunculkan tema-tema yang termaktub tanpa disertai argumantasi yang logik, dan hal itu menjadi kelemahan buku tersebut.

Diskusi buku tersebut berlangsung dalam rangkaian acara Mizan Goes To Campus yang bekerjasama dengan Pusat Studi Timur Tengah (PSTT). Sehari sebelum acara diskusi berlangsung, telah dilaksanakan workshop menulis otobiografi inetelektual yang diikuti oleh peserta terpilih, dan seminar tentang seluk beluk dunia penerbitan, dan bazaar buku.

Direktur PSTT, M. Khorul Malik, LC, MA, mengapresiasi antusiasme peserta dalam kegiatan Mizan Goes To Campus ini, dalam dua hari mahasiswa disuguhi dengan kegiatan yang sangat posititf dan diharapkan mampu mendorong berkembangnya gairah intelektual di lingkungan mahasiswa. (ida/tin).

Artikel ini telah dibaca 57 kali

Baca Lainnya

Kawendra Sebut Gus Fawait “Prabowonya Jember”, Puji Gagasan Home Care

24 Juli 2026 - 20:04

Kemenkes Nilai Home Care Jember Bisa Jadi Model Layanan Kesehatan Nasional

24 Juli 2026 - 15:23

Tak Perlu ke Puskesmas, Home Care Jember Hadir di Rumah Warga Jadi Dokter Keluarga

24 Juli 2026 - 15:18

Hadiri Harlah ke-28 PKB, Presiden Prabowo Tegaskan Arah Baru Ekonomi Berpijak pada Amanat Konstitusi

24 Juli 2026 - 10:25

Kota Mojokerto Berkomitmen Dalam Mendukung Transformasi Digitalisasi

24 Juli 2026 - 10:17

Rp2,57 Triliun Investasi Masuk ke Jember: Tumbuh 70,2 Persen dan Ribuan Lapangan Kerja Tercipta

23 Juli 2026 - 14:59

Trending di KABAR NUSANTARA