Reporter : Alip Nuryanto
Editor : Memey Mega
Gresik, Kabarpas.com – Presiden Republik Indonesia RI) Joko Widodo (Jokowi) melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Mamba’us Sholihin, di Jalan Kyai Hj Syafi’i, Kecamatan Manyar, Gresik. Kedatangan presiden Jokowi ini disambut oleh puluhan siswa yang bersholawat sembari menabuh rebana.
Kedatangan Presiden Jokowi ke pondok pesantren yang diasuh oleh KH Masbuchin Faqih ini, merupakan dua sejarah yang tercetak di ponpes tersebut. Pasalnya, sudah dua kali ini ponpes Mamba’us Sholihin didatangi oleh dua presiden di masa yang berbeda. Pertama yaitu di masa presiden Abdurahman Wahid (Gus Dur), dan kali kali ini dikunjugi oleh presiden Jokowi.
KH. Masbuchin Faqih yang ditemui sejumlah wartawan menyampaikan bahwa niat baik presiden Jokowi untuk silaturrahim ke pesantren harus dihargai. Karena silaturrahim adalah anjuran agama, maka Pesantren Mambaus Sholihin memutuskan untuk membuka tangan selebar-lebarnya bagi kunjungan presiden.
“Kulo tidak mengharap nopo-nopo. Kulo naming mengharap kepada Allah SWT. Kulo ngge mboten mengharap bantuan nopo-nopo. Murni niku silaturrahim presiden ingkang dados anjuranipun agomo. (Saya tidak mengharap apa-apa. Saya hanya mengharap kepada Allah SWT. Saya juga tidak mengharap bantuan apa-apa. Itu murni silaturahmi Bapak Presiden yang sudah dianjurkan dalam agama.red),”
Selain itu, Romo Kiai Masbuchin juga menjelaskan bahwa kunjungan presiden Jokowi ke Pesantrennya itu sama sekali tidak ada hubungan politik. Yang jelas, KH. Masbuhin Faqih berharap calon wakil presiden mendatang dari NU yang jelas Ahlusunah wal Jamaah.
Sementara itu, ditemui terpisah, Ustadz Abdul Majid Jufri, salah seorang pengasuh pondok pesantren cabang Bintan Kepulauan Riau menyatakan bahwa dalam pertemuan itu diwarnai dengan suasana takdhim yang luar biasa. Presiden dengan sangat santun.
Ia menyampaikan bahwa dalam pertemuan itu presiden Jokowi juga meminta doa para masyayikh dan kiai yang berada dalam ruangan tersebut, agar kuat memikul amanah dan beberapa cobaan. Diantaranya yaitu soal isu PKI, anti Islam dan sebagainya. Presiden juga menegaskan bahwa beliau benar-benar tidak habis fikir dengan orang yang tega menyebarkan hoax, hate speech sedemikian kejamnya. Terakhir beliau meminta doa agar diberi kesehatan dalam melaksanakan tugas.
Ada hal unik dalam pertemuan itu, ketika romo kiai berjalan bergandeng tangan dengan Jokowi dan adik beliau KH. Asfihani Faqih. Nampak suasana bahagia dan akrab. Begitu juga ketika bersalaman, KH. Asfihani bersalaman sampu rancang, sebuah budaya salaman khas pesantren tanda keakraban. Yaitu dengan saling merekatkan dan menyelipkan ke orang yang kita ajak bersalaman, sehingga dua tangan bersatu mengepal. Jokowi dan Kiai Asfihani juga nampak saling berebut mencium tangan.
“Semoga Allah memanjangkan umur, menjaga, memelihara para guru dan kyai kami serta para pemimpin kami,” pungkasnya. (lip/mey).

















