Reporter : Joko Santoso
Editor : Agus Harianto
Pasuruan, Kabarpas.com – Bencana longsor melanda sebagian wilayah Pasuruan, pada Sabtu (17/03/2018) sore. Akibat peristiwa ini, sebuah musholah dan tempat mandi di sekitar Pondok Pesantren Salafiyah di Desa Sladi, Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan itu roboh.
Sebuah bangunan musholah yang roboh itu, diketahui adalah milik Gus Kodir dan keluarganya yang terletak di dalam lingkungan pesantren tersebut. Bahkan, informasi yang diperoleh Kabarpas.com dua bangunan itu sejatinya akan direnovasi.
Saiful Anwar, salah seorang santri di ponpes setempat menjelaskan, saat peristiwa itu sedang terjadi ia tengah beristirahat di dalam kamar, lalu tiba-tiba dikejutkan dengan suara gemuruh.
Ia pun kemudian langsung keluar untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Ternyata musholah berukuran 4 x 4 meter dan 4 x 3 meter ini sudah roboh dan bagian belakangnya ambruk ke sungai gembong di bawahnya.
“Setelah saya lihat, saya langsung bilang ke teman-teman dan melapor ke Gus Kodir. Dan kemudian langsung gotong royong untuk mengamankan material bangunan yang masih bisa digunakan,” katanya kepada Kabarpas.com.
“Diduga robohnya kedua bangunan ini dikarenakan diguyur hujan deras dan terkena luapan sungai gembong, sehingga tanah jadi mengikis. Sementara kerugian akibat bencana ini diperkirakan Rp 30 juta,” ujar Kapolsek Kejayan, AKP Sumaryanto kepada Kabarpas.com. (jok/gus).

















