Reporter : Akhsanatul Mardliyah
Editor : Titin Sukmawati
Pasuruan, Kabarpas.com – Sebanyak 1000 aparat keamanan ditingkat daerah dan dibantu beberapa aparat tingkat nasional turut dilibatkan dalam pengamanan kegiatan Maulidirrosul Muhammad S.A.W dan Pembukaan Musyawarah Idarah (MUSDA) JATMAN Idarah Wustha Provinsi Jawa Timur yang rencananya akan dihelat pada 30 Maret hingga 1 April 2018 nanti, di lapangan Universitas Yudharta Pasuruan.
Selain petugas keamanan dari TNI dan POLRI, nanti juga bakal dibantu Pasukan Banser, Pemuda pancasila, Ansor, dan Limnas Pancasila.
“1000 pasukan keamanan dari berbagai aparat akan dikerahkan demi keamanan acara Musda Jatman Jatim Ke 4 2018 ini,” kata Rohimin selaku koordinator keamanan Musda 2018 tersebut diselah-selah Koordinasi Panitia Musda Jatman ke 4 di Aula Pancasila Universitas Yudharta Pasuruan (19/03/2018).
Hal ini tentu sangat diperlukan mengingat para tamu undangan yang hadir adalah para Ulama dan tokoh-tokoh nasional. Seperti Habib Luthfi bin Yahya, Kapolri Tito Karnavian, Gubernur Jawa Timur, Gatot Nurmantyo, dan beberapa ulama dan tokoh di Jawa Timur.
Terkait peserta, diperkirakan mencapai 7000 orang. Selain itu, mengingat mayoritas peserta adalah para ulama, membuat strategi pengamanan acara tersebut bertambah ketat.
“Kemarin ramai isu kriminalisasi ulama, sampai isu orang gila sehingga ini kita meminimalisir karena isu itu bisa terjadi dengan melihat yang datang para ulama, para masayikh dan tokoh-tokoh besar lainnya” imbuh Alumni Santri Pondok Pesantren Ngalah Purwosari Pasuruan tersebut.
Ia juga menambahkan bahwa prosentase kesiapan pengamanan acara sejauh ini 60% sudah siap dengan melakukan kerja sama dengan pihak kepolisian, Intel dan TNI.
Menurut Kapolsek Purwosari, AKP Imade Swardana mengatakan bahwa adanya Islam garis keras yang sangat berlawanan dengan Romo Kyai Sholeh Bahruddin sangat perlu diwaspadai.
“Meskipun saya tidak terlalu paham perihal tersebut namun saya berdasarkan undang-undang Polri nomer 2 tahun 2002 bahwa saya sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat baik yang muslim non muslim bagi setiap kegiatan kita wajib untuk melindungi dan menjaga agar terselenggaranya berjalan lancar,” pungkasnya. (dya/tin).

















