Reporter : Alip Nuryanto
Editor : Memey Mega
Jakarta, Kabarpas.com – Kementerian Agama (Kemenag) RI melalui Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam menyerahkan bantuan mahasiswa PTKI berprestasi kepada Rifdah Farnidah, di Ruang Operation Room lantai II Kemenag Jakarta Pusat.
Hadir dalam acara tersebut, yakni Direktur PTKI Prof. Arskal Salim, Staf Ahli Menteri Agama Gusus Waskito, Kabag TU Pimpinan (sesmen) Khairul Huda Basyir, Kakanwil Kemenag DKI Jakarta Saiful Mudjab, dan Dosen pembimbing Hj. Mutmainnah.
Menurut Arskal, bantuan tersebut diberikan kepada Rifdah Farnidah atas prestasinya menyandang juara kedua Musabaqah Hifdzil Quran (MHQ) Internasional yang digelar di Amman, Yordania.
“Ini adalah bentuk apresiasi pemerintah terhadap prestasi anak bangsa. Kami sangat bangga dan berbahagia memiliki mahasiswa PTKI yang mampu membawa nama baik Indonesia di kancah International.” ucapnya kepada Kabarpas.com, Selasa (03/04/2018).
Atas prestasinya tersebut, Kemenag memberikan bantuan mahasiswa berprestasi tingkat international sebesar Rp. 20 juta.
“Dengan bantuan ini saya berharap bisa menjadi penyemangat bagi mahasiswa lainya untuk terus berkarya baik di tingkat nasional maupun international,” kata Arskal kepada Kabarpas.com.
Untuk sekadar diketahui, Rifdah merupakan mahasiswa program pascasarjana Intitut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta semester dua program studi ilmu Alquran dan tafsir. Dalam kompetisi tersebut, Rifdah bersaing dengan peserti lainnya yang berasal dari negara-negara Asia, Afrika, sampai Eropa.
Sebelum memenangkan juara kedua di Yordania Rifda pernah menjadi juara lomba yang sejenis tingkat nasional. Ia juga juara pertama MTQ tingkat Nasional Jamiyyatul Qurra wal Huffadz (JQH) Nahdlatul Ulama golongan 5 juz yang diselenggarakan, di Kalimantan Barat pada tahun 2012.
Selain itu, Rifda juara pertama MTQ Nasional golongan 10 juz yang diselenggarakan di Nusa Tenggara Barat pada tahun 2016, dan juara pertama MTQ Nasional golongan 30 juz yang diselenggarakan di Kalimantan Barat pada tahun 2017.
Ketika memberikan pernyataan perempuan 22 tahun asal Sumedang Jawa Barat tersebut menyampaikan bahwa ia belajar menghafal Alquran sejak kelas empat SD sampai kelas satu Aliyah.
“Untuk menjaga hafalannya agar tidak lupa saya selalu melakukan murajaah sebanyak 3-5 jus setiap hari dan tidak berpacaran dahulu karena ini bisa menggaggu hafalan. Saya ingin menumbuhkan generasi yang mencintai Alquran. Generasi muda harus tetap semangat membaca dan menghafal Alquran,” pungkasnya sambil tersenyum. (lip/mey).

















