Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 12 Apr 2018

Puskesmas Besuk Mulai Sosialisasikan Germas


Puskesmas Besuk Mulai Sosialisasikan Germas Perbesar

Reporter : Ananda Hizbul Khofie
Editor : Anis Natasya

Probolinggo, Kabarpas.com – Puskesmas Besuk memberikan sosialisasi Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas), Rabu (11/4/2018). Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menciptakan masyarakat berperilaku sehat yang berdampak pada kesehatan, produktifitas dan lingkungan yang bersih sehingga biaya untuk berobat berkurang

Kepala Puskesmas Besuk dr. Lucky Dwi Yanuarti mengatakan Program Indonesia Sehat merupakan salah satu program dari agenda ke 5 Nawa Cita. Yakni meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Program ini didukung oleh program sektoral lainnya yaitu Program Indonesia Pintar, Program Indonesia Kerja dan Program Indonesia Sejahtera.

“Program Indonesia Sehat ini menjadi program utama pembangunan kesejahteraan yang kemudian direncanakan pencapaiannya melalui Rencana Strategis (Renstra),” katanya.

Menurut Lucky, dalam 30 tahun terakhir terjadi perubahan pola penyakit dengan perilaku manusia. Yang awalnya kematian manusia disebabkan oleh penyakit-penyakit infeksi dan penyakit menular, di era sekarang ini banyak penyakit yang tidak menular yang menimbulkan kematian.

“Penyakit tidak menular ini disebabkan oleh faktor kurangnya aktifitas fisik, kurangnya konsumsi buah dan sayur, minum-minuman yang beralkohol, merokok, buang air besar sembarangan dan pencemaran lingkungan. Untuk itu penyakit tidak menular perlu dicegah melalui Gerakan Masyarakat Hidup Sehat,” jelasnya.

Lucky menerangkan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Besuk, pihaknya menyelenggarakan upaya kesehatan yang merupakan kegiatan dan atau serangkaian kegiatan.

“Untuk memelihara dan meningkatkan derajat kesehatan (promortif), pencegahan penyakit (preventif), pengobatan penyakit (kuratif) dan pemulihan kesehatan (rehabilitative) oleh pemerintah dan masyarakat yang dilakukan terpadu, terintegrasi dan berkesinambungan,” pungkasnya. (fie/nis)

Artikel ini telah dibaca 57 kali

Baca Lainnya

Jember Mulai Tinggalkan Sistem Open Dumping, Pemkab Dorong Warga Kelola Sampah Mandiri

20 Mei 2026 - 14:57

Baru Rampung 30 Persen, Konsep Street Food Jember Usung Nuansa Nusantara dan Dunia

20 Mei 2026 - 14:43

Gus Hery: Intelektual Muda NU yang Teduh, Tajam, dan Menembus Lintas Jejaring

20 Mei 2026 - 14:27

Nama BPR Jwalita Berubah Jadi Bank Trenggalek, Begini Kata Ketua Pansus II

20 Mei 2026 - 11:36

Kabar Baik Bagi Para Pekerja di Trenggalek, Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Segera Diundangkan

20 Mei 2026 - 11:15

Mahasiswa Doktoral KPI UIN Jakarta Gelar “The Doctor Care”, Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis

18 Mei 2026 - 09:10

Trending di KABAR NUSANTARA