Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 17 Apr 2018

HARLAH PMII ke-58, Abdurahman Wahid Dorong Kader PMII Dalam Menghadapi Era Revolusi Indusrtri


HARLAH PMII ke-58, Abdurahman Wahid Dorong Kader PMII Dalam Menghadapi Era Revolusi Indusrtri Perbesar

Reporter : Nurdiansyah

Editor : Agus Hariyanto

 

Jakarta, Kabarpas.com – Dalam rangka Hari Lahir Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) ke-58, yang dilaksanakan di Gedung Sabuga Bandung dengan Tema Satu Barisan dan Satu Cita PMII Untuk Indonesia. (Selasa/17/4/2018)

Abdurahman Wahid selaku Ketua PC PMII Ciputat 2017-2018 memberikan pesan untuk kader PMII se-Indonesia dalam menyikapi perkembangan Globalisasi dan teknologi modern.

Ia menyampaikan bahwa saat ini masyarakat tengah memasuki era revolusi industri 4.0, yaitu era dimana dunia industri digital telah menjadi suatu paradigma dan acuan dalam menghadapi kehidupan. Era revolusi industri 4.0 hadir bersamaan dengan era disrupsi. Hal ini menjadi tantangan yang harus dihadapi Kader PMII.

“PMII sebagai ruang pengembangan kapasitas, kreativitas dan inovasi harus mampu menjawab perkembangan teknologi dan revolusi industri 4.0 saat ini. Tentu ini harus sejalan dengan rule model kaderisasi di PMII, agar kader PMII kedepan tidak gagap dalam menyikapi ekonomi digital dan revolusi industri 4.0,” ungkap Wahid kepada Kabarpas.com.

Di usia PMII Ke-58, lanjut Wahid. Perlu untuk memberikan narasi yang utuh agar persoalan bangsa mampu dijawab dengan sikap yang bijak dan dewasa.

“Paradigma PMII yang ada saat ini perlu juga melihat literasi teknologi.
Pengembangan sumber daya manusia, kemampuan membaca, menganalisa, dan membuat konklusi berfikir berdasarkan data (realitas) serta Informasi (Big Data) sebagai modal untuk memperkuat kapasitas Kader,” tandasnya.

Selain itu, Wahid menambahkan bahwa tugas kaderisasi saat ini melalui proses pembelajarannya bukan hanya menekankan pada penguatan kompetensi paradigma lama, tetapi secara simultan mengokohkan pada penguatan literasi/paradigma baru yang menyatu dalam penguatan kompetensi bidang keilmuan dan keahlian atau profesi.

“Untuk itu, kita harus siap dengan segala kemampuan dalam menghadapi revolusi industri 4.0 atau era disrupsi,” pungkasnya. (nur/gus).

Artikel ini telah dibaca 68 kali

Baca Lainnya

Jember Mulai Tinggalkan Sistem Open Dumping, Pemkab Dorong Warga Kelola Sampah Mandiri

20 Mei 2026 - 14:57

Baru Rampung 30 Persen, Konsep Street Food Jember Usung Nuansa Nusantara dan Dunia

20 Mei 2026 - 14:43

Gus Hery: Intelektual Muda NU yang Teduh, Tajam, dan Menembus Lintas Jejaring

20 Mei 2026 - 14:27

Nama BPR Jwalita Berubah Jadi Bank Trenggalek, Begini Kata Ketua Pansus II

20 Mei 2026 - 11:36

Kabar Baik Bagi Para Pekerja di Trenggalek, Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Segera Diundangkan

20 Mei 2026 - 11:15

Mahasiswa Doktoral KPI UIN Jakarta Gelar “The Doctor Care”, Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis

18 Mei 2026 - 09:10

Trending di KABAR NUSANTARA