Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 23 Apr 2018

Dinkes Kabupaten Probolinggo Gelar Pertemuan Puskesmas Satelit TB MDR


Dinkes Kabupaten Probolinggo Gelar Pertemuan Puskesmas Satelit TB MDR Perbesar

Reporter : Ananda Hizbul Khofie
Editor : Anis Natasya

Probolinggo, Kabarpas.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) menggelar pertemuan puskesmas satelit Tuberkulosis (TB) MDR, Senin (23/4/2018).

Kegiatan ini diikuti oleh tenaga puskesmas yang belum pernah menjadi puskesmas satelit TB MDR. Yakni terdiri dari 16 fasilitas kesehatan (faskes) di Kabupaten Probolinggo meliputi 16 pengelola program TB dan 12 dokter puskesmas.

Kasi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Dewi Veronica mengatakan kegiatan ini dilakukan agar diperoleh sebuah pelayanan di fasilitas kesehatan dalam pelayanan penatalaksanaan kasus TB MDR.

“Dimana tujuannya agar puskesmas mendapatkan sosialisasi pengobatan TB MDR serta dibukanya puskesmas satelit TB MDR di seluruh Puskesmas se-Kabupaten Probolinggo,” katanya.

Sementara Kepala Dinkes Kabupaten Probolinggo dr. Shodiq Tjahjono melalui Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Liliek Ekowati mengungkapkan bahwa sesuai dengan laporan WHO tahun 2015, di tingkat global diperkirakan 9,6 juta kasus TB baru dengan 3,2 juta kasus diantaranya adalah perempuan. Dengan 1,5 juta kematian karena TB, dimana 480.000 kasus adalah perempuan.

“Dari kasus TB tersebut ditemukan 1,1 juta (12%) HIV positif dengan kematian 320.000 orang (140.000 orang adalah perempuan) dan 480.000 TB Resistan Obat (TB-RO) dengan kematian 190.000 orang. Dari 9,6 juta kasus TB baru, diperkirakan 1 juta kasus TB anak (dibawah usia 15 tahun) dan 140.000 kematian/tahun,” ungkapnya.

Menurut Liliek, jumlah kasus TB di Indonesia menurut laporan WHO tahun 2015, diperkirakan ada 1 juta kasus TB baru per tahun (399 per 100.000 penduduk) dengan 100.000 kematian per tahun (41 per 100.000 penduduk). “Diperkirakan 63.000 kasus TB dengan HIV positif (25 per 100.000 penduduk),” jelasnya.

Liliek menerangkan, angka notifikasi kasus (Case Notification Rate/CNR) dari semua kasus, dilaporkan sebanyak 129 per 100.000 penduduk. Jumlah seluruh kasus 324.539 kasus, diantaranya 314.965 adalah kasus baru. Secara nasional perkiraan prevalensi HIV diantara pasien TB diperkirakan sebesar 6,2%.

“Jumlah kasus TB MDR diperkirakan sebanyak 6.700 kasus yang berasal dari 1,9% kasus TB MDR dari kasus baru TB dan ada 12% kasus TB MDR dari TB dengan pengobatan ulang,” terangnya.

Di Kabupaten Probolinggo jelas Liliek, jumlah kasus TB MDR dari tahun 2015 sampai sekarang sebanyak 11 kasus dengan rincian 5 kasus di obati sampai sembuh, 2 kasus tidak diobati, 2 kasus meninggal sebelum diobati dan 2 kasus masih dalam pengobatan.

“Pada prinsipnya semua pasien TB RO harus mendapatkan pengobatan dengan mempertimbangkan kondisi klinis awal. Tidak ada kriteria klinis tertentu yang menyebabkan pasien TB RO harus diekslusi dari pengobatan atau tidak dapat mendapatkan penanganan,” pungkasnya. (fie/nis)

Artikel ini telah dibaca 160 kali

Baca Lainnya

Jember Mulai Tinggalkan Sistem Open Dumping, Pemkab Dorong Warga Kelola Sampah Mandiri

20 Mei 2026 - 14:57

Baru Rampung 30 Persen, Konsep Street Food Jember Usung Nuansa Nusantara dan Dunia

20 Mei 2026 - 14:43

Gus Hery: Intelektual Muda NU yang Teduh, Tajam, dan Menembus Lintas Jejaring

20 Mei 2026 - 14:27

Nama BPR Jwalita Berubah Jadi Bank Trenggalek, Begini Kata Ketua Pansus II

20 Mei 2026 - 11:36

Kabar Baik Bagi Para Pekerja di Trenggalek, Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Segera Diundangkan

20 Mei 2026 - 11:15

Mahasiswa Doktoral KPI UIN Jakarta Gelar “The Doctor Care”, Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis

18 Mei 2026 - 09:10

Trending di KABAR NUSANTARA