Reporter : Ananda Hizbul Khofie
Editor : Anis Natasya
Probolinggo, Kabarpas.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) melakukan pembinaan terhadap kelompok sadar wisata (pokdarwis) dalam pengembangan desa wisata dan pondok wisata, Selasa (24/4/2018).
Pembinaan ini dilakukan sebagai upaya pemberdayaan dari pokdarwis dalam rangka membangun sebuah kelompok yang benar-benar peduli dengan pariwisata. Bagaimana pokdarwis mampu mengenalkan potensi wisata dengan ramah kepada masyarakat, turut serta gotong royong menjaga kebersihan serta membantu destinasi wisata bisa membuat produk oleh-oleh khas daerah.
“Pengembangan desa wisata dan pondok wisata ini merupakan salah satu program pemerintah dalam mendukung pariwisata menjadi program unggulan daerah,” kata Kepala Disporaparbud Kabupaten Probolinggo M. Sidik Widjanarko.
Menurut Sidik, sektor pariwisata bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi mulai dari skala kecil, menengah maupun masyarakat yang berimbas bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Probolinggo maupun desa. “Oleh karena kondisi pariwisata di Kabupaten Probolinggo lebih didorong pada sektor pariwisata berbasis masyarakat,” jelasnya.
Program pemberdayaan ini mendorong masyarakat di sekitar potensi destinasi wisata untuk mengelola secara mandiri. Desa di potensi destinasi wisata baru juga bisa mengelola wisata secara mandiri.
“Pemerintah Daerah akan mendukung pengembangan dari segi aksesbilitas (akses ke destinasi wisata), aminitas (pembuatan papan nama) dan atraktif (pemberian kebudayaan di destinasi wisata). Peran pemerintah bisa sebagai kasalisator, regulator dan fasilitator,” tegasnya.
Sidik menegaskan bahwa program ini merupakan garapan bersama pihaknya dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Probolinggo. Karena konsep pengembangan pariwisata di Kabupaten Probolinggo grand strateginya adalah 4B (Bromo, Bentar, Bhinor dan Bremi).
“Harapannya begitu selesai di Bromo pengunjung tidak langsung pulang tetapi bisa melanjutkan lagi ke Bentar, Bhinor atau Bremi. Di kantong-kantong wisata ini nantinya akan dibangun pondok-pondok wisata yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung,” terangnya. (fie/nis)

















