Reporter : Ainul Yaqin
Editor : Memey Mega
Pasuruan, Kabarpas.com – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Pasuruan melalui banomnya, Lembaga Kajian & Pengembangan Sumber Daya Manusia (LAKPESDAM) setempat, menggelar serangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) NU ke-95.
Kegiatan yang dimaksud yaitu dengan menggelar Road Show Khazanah Intelektual Ulama & Pesantren Pasuruan, dengan melibatkan beberapa Pondok Pesantren, yakni Pondok Pesantren Ngalah Sengonagung Purwosari, Pondok Pesantren Kramat, dan Pondok Pesantren Darul Ulum Karangpandan Rejoso, Pondok Pesantren Sladi Kejayan dan Pondok Pesantren Salafiyah Kota Pasuruan.
Adapun bentuk kegiatannya, di antaranya ngaji Kitab Karya Ulama & Pesantren Pasuruan yang meliputi Kitab Nadzom Sullamut Taufiq karya Al-Arif Billah KH. Abdul Hamid bin Abdulloh Umar (Mbah Hamid Pasuruan). Kitab Manakibul Karamat karya KH. As’ad Abdul Karim Kramat, Kitab Muntaha Nataiju Aqwal karya Kiai Asy’ari Ranggeh, Kitab Sabilussalikin karya Pondok Pesantren Ngalah dan beberapa Kitab-Kitab karya alm. KH. Jakfar Shodiq Sladi.
“Dalam rangkaian kegiatan ini, kami juga akan menggelar Soft Launcing dan Bedah Buku Sejarah & Keutamaan Istighosah karya KH. Drs. Ishomuddin Maksum, M.Pd.I selaku Pengasuh Pondok Pesantren Darul Ulum Karangpandan Rejoso. Serta Bazar Buku Islami oleh PWNU LTN Jawa Timur,” ujar Makhfud Syawaludin selaku Sekretaris PC Lakpesdam NU Kabupaten Pasuruan.
Dijelaskan, Road Show akan dimulai pada Malam Nisyfu Sya’ban, Senin 30 April. Kemudian Selasa, 1 Mei. Kedua kegiatan itu akan bertempat di Pondok Pesantren Ngalah Purwosari. Selanjutnya pada Hari Sabru, 5 Mei di Pondok Pesantren Kramat Kraton, dan Senin, 7 Mei di Pondok Pesantren Darul Ulum Karangpandan Rejoso.
“Itu hanya segelintir dari kekayaan Khazanah Intelektual Ulama & Pesantren di Pasuruan. Kami berharap kedepan dapat menampilakan semuanya,” imbuh Mahasiswa Pascasarjana Universitas Yudharta Pasuruan tersebut.
Terkait tujuan kegiatan tersebut adalah untuk mengenalkan Kekayaan Khazanah Intelektual Ulama dan Pesantren serta dalam upaya Menjaga dan Meneruskan Tradisi Literasi di Pondok Pesantren.
“Sehingga kepesertaan selain dibuka untuk umum juga secara khusus mengundang santri dari utusan Pondok Pesantren se-Pasuruan,” tutupnya. (qin/mey).

















