Menu ✖

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 19 Jul 2018

Pemkab Probolinggo Minta Masyarakat Tidak Potong Ternak Betina Produktif


Pemkab Probolinggo Minta Masyarakat Tidak Potong Ternak Betina Produktif Perbesar

Reporter : Amelia Putri

Editor : Anis Natasyah

 

Probolinggo, Kabarpas.com – Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Probolinggo terus mengajak para jagal, pemilik kios daging, peternak dan masyarakat di Kabupaten Probolinggo supaya tidak memotong ternak betina produktif. Upaya ini dilakukan untuk ikut bersama mendukung pencapaian swasembada daging tahun 2026 mendatang.

Demi mewujudkan hal tersebut, DPKH kabupaten setempat gencar mengadakan kegiatan bertajuk Stop pemotongan ternak ruminansia betina produktif kepada masyarakat di Kabupaten Probolinggo. Terlebih menyambut datangnya hari raya Idul Adha 1439 Hijriyah atau hari raya kurban. Seperti yang dilakukan di Kantor Kecamatan Leces.

Kegiatan ini diikuti oleh para jagal, pemilik kios daging, peternak, masyarakat dan polsek dari Kecamatan Leces dan Tegalsiwalan. Sebagai narasumber hadir KBO Binmas Polres Probolinggo Aipda Alim dan Camat Leces Heri Mulyadi.

Kepala DPKH Kabupaten Probolinggo Endang Sri Wahyuni melalui Kasi Kesehatan Masyarakat Veteriner drh. Nikolas Nuryulianto mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat agar berhenti dan tidak memotong betina produktif menjelang hari raya Idul Adha 1439 Hijriyah.

“Ternak betina boleh dipotong dengan syarat sudah mendapat pemeriksaan dari dokter hewan atau petugas teknis peternakan. Hal ini sesuai dengan peraturan perundang–undangan yang berlaku berupa Undang-undang (UU) Nomor 18 tahun 2009 Tentang peternakan dan kesehatan hewan,” katanya.

Menurut Niko, panggilan akrab Nikolas Nuryulianto, tujuandari stop pemotongan betina produktif adalah mendukungtercapainya swasembada pangan, khususnya daging pada tahun 2026. “Sekaligus menambah populasi ternak ruminansiadi masyarakat, sehingga dimungkinkan negara tidak lagimengimport daging dari luar negeri.

Niko menerangkan bahwa DPKH Kabupaten Probolinggo akan melibatkan dokter hewan, petugas teknis peternakan kecamatan dan petugas teknis RPH untuk menyambutdatangnya hari raya Idul Adha 1439 Hijriyah.

“Dalam melakukan pemeriksaan ante mortem (sebelum dipotong) dan post mostem (setelah dipotong). Semua ini dilakukan demi menjamin beredarnya pangan asal hewanyang ASUG (Aman Sehat Utuh dan Halal), sehingga layakdikonsumsi masyarakat Kabupaten Probolinggo,” pungkasnya. (mel/nis).

Artikel ini telah dibaca 23 kali

Baca Lainnya

Pahami Arah Kebijakan Prabowo, Fawait Implementasikan Lewat Program Pemkab Jember

16 Oktober 2026 - 13:13

Jember, Kuba-nya Indonesia dalam Urusan Cerutu

16 Oktober 2026 - 12:53

Cerutu Jember Tembus 45 Negara, Gus Fawait Promosikan Produk Lokal di Forum Nasional

16 Oktober 2026 - 12:51

Kemendagri Buka Kanal “Reboan” untuk Kepala Daerah, Permudah Koordinasi hingga Tingkat Pusat

15 Oktober 2026 - 19:04

Pemkab Jember Perkuat Sinergi dengan Pemerintah Pusat, Fokus pada Layanan Dasar dan Kesehatan

15 Oktober 2026 - 12:57

Polantas Jember Sapa Ojol dan Pedagang di Simpang Mangli, Sosialisasikan Keselamatan Lalu Lintas

15 Oktober 2026 - 11:04

Trending di KABAR NUSANTARA