Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Headline News · 10 Des 2019

Antisipasi Ancaman Penyakit Flu Babi Afrika Ini yang Dilakukan Karantina Pertanian


Antisipasi Ancaman Penyakit Flu Babi Afrika Ini yang Dilakukan Karantina Pertanian Perbesar

Reporter : Wanti
Editor : Sukiswanti

 

Bali, Kabarpas.com – African Swine Fever(ASF) atau lebih dikenal dengan flu babi Afrika sedang mengancam peternakan babi di Indonesia khususnya Bali.

Hal ini melihat status penyakit ASF yang sudah mewabah di beberapa negara tetangga dan yang terakhir di bulan September 2019 dikonfirmasi negara terdekat Indonesia yaitu Timor Leste sudah ditetapkan sebagai negara dengan wabah penyakit yang satu ini.

Mengantisipasi ancaman penyakit ASF ini, Karantina Pertanian Denpasar, Selasa (10/12/2019) siang mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) sebagai langkah dalam menyatukan persepsi terhadap upaya pencegahan dini masuknya ASF.

Pertemuan ini membahas upaya dan strategi yang diambil terhadap kemungkinan- kemungkinan yang menjadi potensi masuk dan menyebarnya penyakit yang disebabkan oleh virus dari family Asfaviridae.

Selain itu juga dibahas sumber penularan virus ASF yang bisa ditularkan melalui lalu-lintas penumpang yang terkontaminasi virus dari negara wabah, bahan makanan yang ada kandungan babinya, serta sampah sisa makanan/catering yang berasal dari pesawat maupun kapal pesiar yang berasal dari negara wabah dan sumber-sumber penularan ini menjadi fokus pengawasan untuk memfilter masuknya wabah ASF ke Bali.

Bertindak sebagai narasumber rakor kali ini adalah Ketua PDHI Cabang Bali, Balai Besar Veteriner Denpasar dan dari Karantina Pertanian Denpasar dengan dihadiri instansi Pemerintah Daerah dan Stakeholder yang terlibat langsung, baik di Bandara Udara maupun Pelabuhan Laut

Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas I Denpasar, I Putu Terunanegara mengatakan, dengan adanya rakor ini, ingin mempertajam lagi dukungan karantina terhadap pencegahan masuknya ASF ke Bali dengan melibatkan stakeholder di Bandara, Pelabuhan Laut, Pemerintah Daerah, dan pengelola sampah pesawat dan kapal laut di TPA (Tempat Pembuangan Akhir) dan para peternak babi di sekitar TPA khususnya.

“Kunci keberhasilan pencegahan ASF ke Bali adalah koordinasi yang kuat,” katanya.

Sementara itu Ketua PDHI cabang Bali I Ketut Puja mengatakan saat ini yang paling efektif dilakukan adalah pencegahan masuknya penyakit, mengingat ASF sampai saat ini belum ada obat dan vaksinnya. Dengan rakor ini, diharapkan filter virus ASF yang masuk ke Bali bisa berlapis dan upaya pencegahan bisa memberikan hasil maksimal. (wan/kis).

Artikel ini telah dibaca 43 kali

Baca Lainnya

Nama BPR Jwalita Berubah Jadi Bank Trenggalek, Begini Kata Ketua Pansus II

20 Mei 2026 - 11:36

Kabar Baik Bagi Para Pekerja di Trenggalek, Perda Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Segera Diundangkan

20 Mei 2026 - 11:15

Mahasiswa Doktoral KPI UIN Jakarta Gelar “The Doctor Care”, Salurkan Bantuan dan Cek Kesehatan Gratis

18 Mei 2026 - 09:10

Karnaval SCTV di Jember Dipadati Puluhan Ribu Warga, Pemkab Bidik Efek Ekonomi dari Event Hiburan

18 Mei 2026 - 08:27

Ning Ita dan Wawalikota Resmi Membuka POPKOT 1 Tahun 2026, Menjaring Atlit Berbakat dan Berprestasi

17 Mei 2026 - 19:13

Walk For Peace 2026, Biksu Thudong dari Empat Negara Singgah di Kota Mojokerto

17 Mei 2026 - 12:35

Trending di KABAR NUSANTARA