Reporter: Eko Budi
Editor: Titin Sukmawati
Madiun, Kabarpas.com – Anggota MPR RI Evi Zainal Abidin yang juga Senator (Anggota DPD RI) asal Jawa Timur ini merasa berbangga hati dikarenakan dapat kembali melakukan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan di salah satu kota di Jawa Timur yang dikenal dengan julukan “kota gadis”.
Kegiatan ini dilaksanakan di Gedung Bhara Makota Kota Madiun dengan tema “Aktualisasi Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa dan Beragama melalui Kearifan Lokal”.
Wanita berhijab yang akrab disapa Bunda Eza ini memulai paparannya tentang pilar kebangsaan dengan menyuguhkan tajuk-tajuk berita yang banyak dihiasi dengan isu-isu perpecahan bangsa. Di antaranya yaitu seperti perusakan tempat ibadah, kerusuhan antar suku dan lainnya. Padahal patut kita sadari bahwa perbedaan seyogyanya menjadi kekayaan bagi bangsa ini.
Menurutnya, pancasila sebagai salah satu pilar penyangga dalam kehidupan berbangsa dan bernegara memiliki konsep, prinsip dan nilai yang merupakan kristalisasi dari sistem berbagai wilayah lokal bangsa Indonesia. Dimana lima sila dalam Pancasila menunjukkan ide-ide dasar tentang bangsa dan seluruh realitasnya dalam kehidupan bersama dengan perbedaan-perbedaan yang ada.
“Nilai-nilai kearifan lokal merupakan sifat asli bangsa ini, salah satunya adalah gotong royong yang menunjukkan budaya kebersamaan, namun saat ini mulai tergerus oleh pragmatisme transaksional,” ungkap wanita peraih Kabarpas Award 2019 kategori Politisi Perempuan Inspiratif tersebut.
Evi Mencontohkan, dulu di lingkungan kampung sering dilaksanakan gotong royong membersihkan jalan kampung atau selokan dengan tujuan saling mengenal dan mempererat persaudaraan. Namun, dengan berkembangnya zaman kegiatan ini kemudian lebih banyak digantikan dengan peran uang.
“Orang yang memiliki kemampuan keuangan lebih dan merasa tidak ada waktu akan menggunakan uang sebagai ganti kehadirannya,” paparnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, dengan nilai-nilai kedaerahan sangat penting khususnya saat ini. Hal tersebut agar anak muda sebagai generasi penerus bangsa tidak mudah tergerus oleh jaman. Pancasila bagaikan pendelum (bandul jam) yang selalu bergerak ke kanan dan ke kiri secara seimbang, tanpa berhenti tepat di tengah artinya nilai-nilai Pancasila dapat terus digunakan sebagai pedoman kehidupan mengikuti perkembangan zaman.
“Pentingnya aktualisasi nilai-nilai pancasila khususnya melalui kearifan lokal agar Pancasila tetap selalu relevan dalam fungsinya memberikan pedoman bagi pengambilan kebijaksanaan dan pemecahan masalah dalam kehidupan berbangsa dan beragama,” ujarnya.
Di akhir paparannya, politisi yang sukses meraih suara terbanyak DPD RI nomor dua di Jawa Timur ini menyampaikan tentang pentingnya mengaktualisasikan nilai Pancasila ke dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, benegara serta beragama.
“Itu suatu keharusan karena Pancasila merupakan cara terbaik untuk kembali menguatkan jati diri bangsa dari gangguan dan ancaman ideologi asing,” pungkasnya. (eko/tin).

















