Reporter : Ajo
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, Kabarpas.com – Pimpinan Komisi IV DPR RI Hasan Aminuddin geram atas beredarnya surat edaran resmi dari PMI Jatim, yang menyebut bahwa ada 65 warga Jawa Timur suspect corona. Menyikapi hal ini, politisi Nasdem tersebut meminta Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa agar mencopot pengurus harian PMI Jatim yang membuat gaduh masyakarat Jawa Timur, soal surat edaran virus Corona.
“Statetmen ketua harian PMI (Jatim) yang menyesatkan dan membuat panik seluruh warga di Jawa Timur. Padahal, sudah diingatkan oleh Presiden (Joko Widodo) agar semua tokoh tidak berbicara clometan tentang Corona,” tegas Hasan Aminuddin kepada Kabarpas.com, Kamis (5/03/2020).
Pria yang pernah menjabat sebagai Bupati Probolinggo dua periode ini merasa tersinggung, dengan beredarnya selebaran yang memang sengaja di edarkan oleh ketua harian PMI Jawa Timur.
Sebagaimana diketahui, dalam SE dengan nomor 267/02.06.00/YANKES/III/2020 tertanggal 3 Maret 2020 itu, PMI menyebut ada 65 warga Jawa Timur suspect corona.
Puluhan warga itu berasal dari beberapa kabupaten/kota, yakni Sidoarjo 3 orang, Surabaya 34 orang. Lalu dari Tuban, Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Gresik, dan Jember, masing-masing sebanyak 1 orang.
Kemudian Kediri ada 4 orang, Lamongan 2 orang, Lumajang 4 orang, malang 7 orang, serta Pamekasan, dan Ponorogo 1 orang. Terakhir Probolinggo sebanyak 3 orang.

“Dari selebaran ini, saya selaku wakil rakyat (DPR RI), tersinggung dengan Ketua Harian PMI Jatim yang memang sengaja menyebarkan surat itu,” tandasnya.
Oleh karena itu, Hasan mendesak Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa agar mencopot ketua harian PMI Jatim dan menyampaikan pada Ketua Umum PMI, Imam Utomo.
“Saya mendesak pada Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah selaku pembina PMI Jatim, untuk memberhentikan atau mencopot Ketua Harian PMI Jatim dan menyampaikan kepada Imam Utomo,” pungkasnya. (ajo/gus).

















