Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Kabar Sidoarjo · 7 Mei 2020

Puncak ‘Mantra’ Patah Hati, Sobat Ambyarrr


Puncak ‘Mantra’ Patah Hati, Sobat Ambyarrr Perbesar

Oleh : Raylis Sumitra

 

 

Kabarpas.com – Mantra-mantra adalah nyanyian langit. Ditangkap oleh para mistikus sebagai nyanyian jiwa. Di dalamnya bertumpuk rahasia langit. Mungkin rahasianya rahasia. Itulah mengapa mantra oleh para pelakunya juga dihayati sebagai bisikan Ilahih. Betapapun rahasianya, bisikan langit itu tetap dijelmakan menjadi rapalan manusia. Sebagiannya malah dipahatkan menjadi tulisan ala bumi.

Begitulah kutipan tulisan yang berjudul Mantra, Jawa ditulis Direktur Institute for Javanese Islam Research (IJIR) IAIN Tulungagung, Akhol Firdaus.

Tulisan tersebut menjadi bahan referensi untuk mendekati fenomena Didik Kempot. Penyanyi bernama asli Diniosios Prasetyo ini mampu menempatkan genre musik campur sari dipangung hiburan nusantara. Bersama Godfather Broken Heart, campur sari melintas batas segmentasi. Tidak hanya tinjauan musikal. Tetapi batas kultural. Dimana campur sari dinyayikan dengan lafal bahasa Jawa kulonan. Dengan kosakata krama alus.

Bersama Didik Kempot campur sari menjadi identitas sosial. Sebuah artikulasi individu ditengah keterbukaan modernitas dan perubahaan paradigma selera bermusik. Hanya dengan frasa Ambyar, Didik Kempot mampu mengikat artikulasi tersebut menjadikan campur sari sebagai kiblat selera musik di era digital.

Ya, Dengan syair yang bertemakan patah hati. Didik Kempot mampu menjadi kiblat baru selera bermusik tanah air. Tanpa sungkan-sungkan, Didik Kempotpun mendeklarasikan dirinya bapak patah hati. Sebagai bentuk klaim segmentasi sosial.

Faktanya. konten syair-syair inilah yang menjadi pikat. Bahwa Didik Kempot layak dengan julukan Godfather patah hati. Syairnya menjadi mantra sakti obat pelipur lara insan yang patah hati. Mereka yang gagal bercinta akan menemukan obat. Bila mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan Didik Kempot.

Fakta lain kalau syair yang dibawahkan Didik Kempot menjadi magis bagi mereka yang patah hati adalah. Campur sari ini bukan hal baru dalam peta industri musik tanah air. Didik Kempot membawahkan genre ini, sejak era 80-an akhir. Melalui label berhasil label Musica Studio’s. Tepat di tahun 1989, Didi Kempot mulai meluncurkan album pertamanya. Salah satu lagu andalan di album tersebut adalah Cidro.

Lagu Cidro diangkat dari kisah asmara Didi Kempot yang pernah gagal. Jalinan asmara yang ia jalani bersama kekasih tidak disetujui oleh orang tua wanita tersebut. Itulah yang membuat lagu Cidro begitu menyentuh hingga membuat pendengar terbawa perasaan. Sejak saat itulah Didi Kempot mulai sering menulis lagi bertema patah hati.

Bila tarik kebelakang, Didik Kempot bukan sebuah kebaruan dalam konstilasi musikal di tanah air. Namun dengan konsistensi tema lagu yang diusung. Didik Kempot baru mampu menjadikan syair-syairnya menjadi mantra dalam tiga tahun terahkir.

Puncak Mantra

Nah, ditengah-tengah puncak perjalanan Didik Kempot bermusik. Dimana, syair-syairnya menjadi alat ikat artikulasi. Dimana, syair-syairnya menjadi alat relaxasi khalayak ramai. Didik Kempot meninggal dunia karena sakit jantung.

Sang Maestro Didi Kempot meninggal dunia pada usia 53 tahun. Penyanyi kondang ini tutup usia di RS Kasih Ibu pukul 07.25 WIB dalam kondisi henti jantung.

Menurut Asisten Manajer Humas RS Kasih Ibu, Solo, dr. Divan Fernandes, pihak RS sudah melakukan berbagai upaya pertolongan. “Pukul 07.25 WIB ke IGD dalam keadaan henti jantung. Sudah dilakukan pertolongan dengan maksimal. Tapi, kondisi tidak tertolong. Almarhum dinyatakan meninggal dunia pukul 07.45 WIB,” kata dr. Divan, dikutip Solopos, Selasa (5/5/2020).

Meninggalnya Didik Kempot adalah puncak produksi mantra bagi kaum patah hati. Para sobat ambyar tidak akan mendapatkan lagi chepture kisah pilu dalam bercinta. Sobat ambyar hanya mampu menikmati karya Didik Kempot lewat youtube atau aplikasi penyedia musik digengetnya.

Meninggalnya Didik Kempot adalah puncak kisah para individu yang patah hati yang kehilangan panutan. Seorang musikus yang mampu menghadirkan nyanyian jiwa kedalam musikal yang menghibur.

Ambyar, begitulah suasana jiwa para sobat ambyar.

Kembali pada lead tulisan ini tentang matra. Mantra dihayati pelakunya sebagai bisikan ilahiah yang mampu diterjemahkan dalam bahasa bumi. Seperti syair-syair lagu yang dinyanyikan Didik Kempot.

Lebih lanjut dalam tulisan Matra Jawa, dikisahkan asal muasal mantra itu sendiri. mantra berasal dari bahasa archaic, sudah lahir sejak 1500 SM. Mantra-mantra dikaitkan dengan ajaran Vedic Sanskrit, yakni bahasa Veda yang paling kuno (Frits Staal, 1996). Menjadi sangat populer di dalam sekte Tantra pada 600 M, lalu menyebar ke berbagai belahan bumi dan menjadi fenomena lintas budaya (Robert A. Yelle, 2003).

Di semua kebudayaan, bentuk-bentuk mantra dikenal secara beragam. Ada yang menggambarkan serapan Vedic Sanskrit kemudian bercampur dengan bahasa lokal, ada pula yang lepas sama sekali dengan ayat-ayat Veda. Betapapun beragamnya, mantra tetap saja diyakini sebagai ayat-ayat suci dalam bahasa paling murni. Dirapalkan oleh para mistikus sebagai sarana untuk (kembali) menyibak rahasia langit, atau demi mencapai sesuatu yang murni dan Ilahiah.

Dalam konteks meninggalnya Didik Kempot. Para sobat ambyar akan kehilangan figur yang memberikan sarana rapalan syair-syair kemurnian jiwa yang universal. Rahasia jiwa yang mampu dimodifasi dengan jujur lewat syair dan goyangan.

Selamat Jalan Godfather Broken Heart….

Karyamu tetap Abadi. (***).

Artikel ini telah dibaca 22 kali

Baca Lainnya

Tarekat Sang Musnid Dunia

17 Mei 2026 - 10:08

Jaminan Stabilitas Kepemimpinan Prabowo di Tengah Turbulensi Politik

2 Mei 2026 - 18:25

Belajar Persahabatan Sejati dari Rais Aam PBNU

24 Maret 2026 - 09:18

Antara Asmara, Semangat Kuliah, dan IPK Mahasiswa

6 Februari 2026 - 11:13

Wajah Perempuan NU Abad ke-2

31 Januari 2026 - 06:19

Kepala Daerah, Waktunya Berbenah dan Menambah BUMD

9 Januari 2026 - 18:45

Trending di Kabar Terkini