Kota Batu, Kabarpas.com – Banyaknya warga dan pemohon yang tidak menerapkan physical distancing di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Kota Batu membuat Wakil Wali Kota Batu, Punjul Santoso geram.
Ini diketahui saat dirinya melakukan pengecekan tempat pelayanan di beberapa kantor Balaikota Among Tani (BAT), demi mencegah sebaran Covid-19.
“Tidak ada penerapan physical distancing padahal antrian panjang. Harusnya diatur,
misal antrian disendirikan bagi pemohon KTP sendiri, KK sendiri, dan yang akan ambil sendiri. Jangan dijadikan satu antrian yang mengakibatkan satu pemohon dengan pemohon lainnya berdesakan,” keluh dia.
Kedepan Punjul meminta ada penerapan SOP kesehatan, akan menyediakan tenda bagi pemohon dengan meminjam ke Bank Jatim. Tujuannya memisah antrian agar tak menumpuk
Menanggapi keluhan itu, Sekretaris Dispendukcapil Kota Batu, Kamim Utomo beralasan penumpukan antrian lantaran adanya jeda palayanan hari Sabtu dan Minggu.
“Dulu sebelum pandemi Covid-19 pelayanan Dispenduk tetap beroperasional. Ini merupakan antrian panjang yang terjadi karena jeda libur Sabtu dan Minggu. Mengingat di sebelum pandemi setiap Sabtu dan Minggu kami tetap memberikan pelayanan,” jelas Kamim.
Pasalnya libur pelayanan Sabtu dan Minggu karena saat ini rentan penularan pandemi Covid-19. Sehingga pelayanan hari libur ditiadakan. Kalau untuk semua pelayanan sudah online. Orang yang datang hanya ambil saja dengan rata-rata pengambil KTP ada 100 per harinya. Yang lainnya rekam KTP yang kebanyakan pemula dengan usia yang menginjak 17 tahun.
“Janji kami akan memperbaiki pelayanan dan penerapan SOP kesehatan sesuai instrukai Wali Kota. Agar setiap pelayanan aman bagi masyarakat dan pegawai di Pemkot Batu, khususnya Dispendukcapil,” tutupnya. (lih/wan).

















