Batu, Kabarpas.com – Wakil Ketua I DPRD Kota Batu Nurrochman berharap Satgas Covid-19 Batu segera merespon keluhan kepala desa tentang pendataan penerima bantuan sosial saat pandemi.
Ia khawatir keluhan mereka tidak direspon cepat sehingga menyebabkan penyaluran bantuan tidak maksimal kepada penerima yang memang membutuhkan.
“Keluhan mereka harus mendapat respon cepat dari wali kota selaku Ketua Satgas Covid-19 Batu. Jangan sampai aspirasi ini tidak mendapatkan saluran yang semestinya. Kami melalui ketua DPRD segera mengirimkan rekomendasi hasil hearing APEL dengan pimpinan dan ketua-ketua fraksi yang kita gelar kemarin (Rabu),” jelas politisi Partai PKB ini, Kamis (17/6/2020).
Beberapa rekomendasi yang dihasilkan dari hearing antara lain, pemerintah harus mengakomodasi usulan kepala desa tentang warga terdampak yang belum mendapatkan/tersentuh bantuan baik dari pusat, provinsi, dan daerah berbentuk apapun. Kemudian, melakukan perubahan surat keputusan (SK) wali kota tentang kriteria penerima bantuan sosial dari APBD hasil refocusing dan realokasi.
“Terpenting yaitu mengevaluasi kinerja Dinsos dalam input data warga calon penerima bantuan sosial usulan dari RT/RW melalui pemerintah desa. Saran kami yaitu harus bisa bersinergi dengan PSM, TKSK dan pemerintah desa dalam menuntaskan data calon penerima bansos,” harap Cak Nur sapaan akrabnya.
“Dinsos harus bisa meningkatkan kinerja, memadukan soliditas, dan mampu bersinergi karena mereka leading sektor penyaluran bantuan,” sambungnya.
Sebelumnya, kepala desa di Kota Batu yang tergabung dalam Asosiasi Petinggi dan Lurah (APEL) Kota Batu mendatangi DPRD Kota Batu, Rabu (16/6/2020). Tujuannya menyampaikan keluh kesah pendataan dalam penyaluran bantuan sosial (bansos) penangganan pandemi Covid-19.
Mereka meminta DPRD Batu bisa menjembatani buruknya pendataan penerima manfaat bantuan. Data yang tak sesuai keadaan di lapangan membuat pemerintah desa kewalahan. Padahal dalam kesepakatan awal, pihak desa dilibaktan oleh tim Satgas Covid-19 Batu untuk mendata sebab mereka yang mengetahui keadaan secara riil di daerahnya. (lih/wan).

















