Almarhum menghembuskan nafas terakhir di RSUD dr M Saleh, dan pasien menjalani rawat inap pada hari Minggu di Rumah Sakit Rujukan Covid – 19.
Jubir Satgas Covid -19 Kota Probolinggo, dr Abrrar HS Kuddah, menuturkan bahwa saat masuk RSUD, kondisi saturasi pasien sudah mencapai 68. Padahal normalnya, antara 99 sampai 100.
“Sejak pertama masuk kami sudah yakin ini covid-19, melihat dari kondisi paru-parunya yang mengalami vibrosis di kedua parunya. IGM dan IGG juga reaktif, sempat kami beri remdimevir, obat yang terbaru itu,” tutur Abraar.
“Menekan penyebaran Covid – 19, Satgas Covid 19 kota Probolinggo juga sudah melakukan Tracing ke pihak keluarga dan tempat kerja,” tambahnya.
Abraar menambahkan, pihaknya sudah bertindak semaksimal mungkin kepada almarhum, namun Tuhan berkehendak lain.
“Hari Senin almarhum sempat membaik dan Swabnya dilaksanakan Senin pagi, sorenya sudah keluar. Hasilnya positif covid-19. Hari Selasanya, sempat kami terapi konfalensens, dan pada hari Rabu Almarhum berpulang,” imbuh Abraar.
Keberangkatan jenazah ke rumah duka disambut rasa duka mendalam baik para rekan dan pelaku UKM binaan almarhum.
“Beliau ini sangat baik, saya tidak percaya. Makanya saya datang ke sini (kamar mayat) langsung. Untuk memastikan kabar itu, ternyata benar beliau sudah berpulang,” ungkap Sri Wahyuningsih salah satu pelaku UMKM binaan Dispertahankan. (wil/gus).

















