Pasuruan, Kabarpas.com – Majelis Ulama Indonesia (MUI) menggelar pelantikan dua Pengurus Cabang Kabupaten Pasuruan yang bergerak di bidang penanggulangan narkoba yakni Gerakan Nasional Anti Narkoba (Gannas Annar) dan bidang dakwah khusus yakni Gerakan Komite Dakwah Khusus (KDK). Kegiatan tersebut diselenggarakan di rumah makan Palm Resto Pasuruan.
Kepengurusan baru periode 2020 – 2025 tersebut, dilantik oleh Ketua Pimpinan Wilayah masing-masing bidang. Diketahui, Ketua Gannas Annar Kabupaten Pasuruan yang dilantik adalah H. Shulhan. Sedangkan Ketua KDK Kabupaten Pasuruan yang dilantik adalah H. Abdul Karim.
Gannas Annar dibentuk dengan tujuan menekan penyebaran narkoba pada masyarakat, termasuk santri khususnya di Kabupaten Pasuruan. Mengingat, narkoba mulai masuk ke pondok pesantren dengan alasan obat untuk memperkuat diri dalam mempelajari ilmu di ponpes.
H. Muzammil Syafi’i, Ketua Pembina Gannas Annar Kabupaten Pasuruan, dalam sambutannya menjelaskan bahwa lebih dari 3 juta orang terpapar narkoba, baik yang coba-coba maupun yang sudah kecanduan.
“Ditinjau dari persepsi agama, mereka kecanduan karena tiga hal. Antara lain pertama, memilih jalan kefasikan walaupun Allah sudah menunjukan jalan ketakwaan. Kedua, akibat menuruti hawa nafsu, karena dicabutnya iman yang bersangkutan. Ketiga, akibat pergaulannya yang salah,” terangnya.
Sedangkan dalam bidang dakwah, KH Imam Mawardi, Ketua KDK Jawa Timur, menjelaskan bahwa dakwah yang akan disasar oleh KDK yakni dakwah pada kaum milenial yang lebih tertarik pada kajian-kajian ilmiah yang praktis. Berbeda dengan metode dakwah yang konvensional, juga melalui media elektronika.
“Dakwah juga disampaikan kepada mereka yang mualaf yang membutuhkan bimbingan khusus tentang islam, serta kaum dhuafa yang dilakukan dengan dakwah bil mal atau dengan harta benda,” pungkasnya. (ajo/gus).

















