Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, Kabarpas.com – Berawal dari keprihatinan masyarakat akibat dampak pandemi Covid -19, sekelompok anak muda asal Kota Probolinggo membentuk Pasar Tanpa Uang.
Pasar Tanpa Uang ini digelar setiap Jumat sore di jalan Suroyo (depan Museum Probolinggo), Kecamatan Kanigaran, Kota setempat.
Salah satu anggota Pasar Tanpa Uang, Agni Ashar, menjelaskan asal muasal membentuk Pasar Tanpa Uang ini berawal dari keprihatinannya, lalu kemudian dibentuknya aksi sosial ini.
Semua barang yang dijual ini berasal dari rakyat dan untuk rakyat, semua masyarakat yang membutuhkan bisa mengambil secukupnya.
“Semua barang ini dari rakyat dan untuk rakyat, semua masyarakat bisa mengambil sesuai kebutuhan,” tutur Agni kepada wartawan Kabarpas.com. Jumat (30/10/2020).
Agni menambahkan, tidak ada komunitas di pasar tanpa bayar ini, semua yang merasa prihatin dan peduli bisa mendonasikan dan ikut bergabung bersama komunitasnya.
“Siapa saja boleh bergabung atau mendonasikan barang melalui pasar tanpa uang ini l,” ungkapnya.
Pasar tanpa uang ini dibentuk dan yang tergabung adalah pemuda berbagai strata ada yang sudah bekerja dan kuliah.
Mengenai barang barang seperti baju, kain, masker, hand sanitizer, bahkan mie instan akan digalang dari donatur.
“Barang ini kita dapatkan dari donatur (masyarakat) dan dibagikan ke masyarakat, progesnya pasar tanpa uang ini akan dilakukan terus selama masyarakat membutuhkan,” terangnya.
Sementara itu, pembeli pasar tanpa uang, Rizka menyebut pasar ini sangat membantu dirinya.
“Saya tadi butuh masker dan hand sanitizer, dan akhirnya dapat keduanya secara gratis,” tutupnya. (wil/gus).

















