Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, kabarpas.com – Sekitar 144 Kepala Keluarga (KK), di Dusun Gedong, Desa Sariwani, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, yang sebelumnya sempat konsumi air hujan, kini Forkopimka setempat langsung melakukan peninjauan.Permasalahan ratusan warga lereng Gunung Bromo (Desa Sariwani), mengkonsumsi air hujan sejak 4 bulan terakhir disebabkan tandon Mata air tidak maksimal karena ada saluran baru ke Desa Wonokerso. Akibat ada saluran baru tersebut warga Desa Sariwani tidak bisa menikmati air bersih.
Camat Sukapura, Rochmad Widiarto menjelaskan, permasalahan ini melibatkan Forkopimka Sukapura dan Sumber, karena permasalahan mata air tersebut melibatkan warga di dua kecamatan.
“Kita sudah melakukan peninjauan bersama, dan ada kesepakatan dari kedua belah pihak, mata air tersebut di prosentase 40 persen untuk warga Wonokerso, Sumber dan 60 persen untuk Warga Sariwani, Sukapura,” tuturnya kepada Kabarpas.com. Jumat (20/11/2020).
Langkah tersebut diambil mengingat dua desa tersebut sama-sama membutuhkan air bersih. “Dua belah pihak sudah sepakat dengan sistem 40 – 60,” tambahnya.
Sementara itu, Suhartam, warga Dusun Gedong menjelaskan, penyelesaian 40 : 60 tersebut, masyarakat Gedong masih belum bisa maksimal menikmati air bersih, karena mata air yang di atas tidak mampu. Sebab sebelumnya mata air tersebut untuk warga Gedong saja.
“Masyarakat masih belum bisa maksimal menikmati air bersih,” terang Suhartam.
Suhartam menambahkan, sebenarnya ada mata air lagi selain mata air lama, namun masuk wilayah naungan Perhutani, dan bila mata air tersebut bisa dialirkan ke Sariwani, kemungkinan kekurangan air bersih di Dusun Gedong, Desa Sariwani bisa teratasi.
“Mata air tersebut berada di wilayah perhutani,warga harus bisa bagaimana agar dapat memanfaatkan mata air di wilayah perhutani,” tandasnya.
Kalau memang masyarakat menemukan mata air alternatif baru, dan mata air tersebut masuk kawasan lahan perhutani. Maka akan dilakukan permohonan kerja sama dengan perhutani.
“Kita akan lakukan permohonan kerjasama dengan perhutani,” pungkas Camat Sukapura. (wil/gus).

















