Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, kabarpas.com – Pernyataan Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) Jaya/Jayakarta Mayjen TNI Dudung Abdurachman tentang pembubaran Front Pembela Islam (FPI) mendapat respon dari berbagai pihak, salah satunya adalah Majelis Ulama Indonesia ( MUI) dan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kota Probolinggo.
Ketua MUI kota Probolinggo, KH Nizar Irsyad menjelaskan, tugas TNI secara instiitusi sudah jelas yaitu menjaga kedaulatan dan pertahanan Negara.
“Bagi kami dengan kondisi Negeri seperti sekarang ini, negara berkewajiban segera mengadakan Silaturrahim (Rekonsliasi Nasional).Terkait pembubaran sudah ada pihak yang berkompenten dalam hal itu TNI sudah jelas menjaga kedaulatan dan pertahanan negara,” kata KH Nizar. Jumat (20/11/2020).
Menurutnya, bermusyawarah dialog memperbaiki negeri ini sebagaimana yang diamanatkan pendiri Negeri ini.
“Tidak ada dusta diantara Pemimpin kita, ego, gengsi, dengki iri dendam, hasud dan buruk sangka dengan harapan terwujudnya kondisi kemasyarakatan kebangsaan kenegaraan yang lebih baik memperoleh ampunan & Ridho Allah Swt Baldatun Thoyyibatun Warobbun Ghofur,” ujarnya.
Dialog atau Silaturrahim di tingkat daerah juga wajib segera dilakukan agar Umat tahu kewajiban mana yang harus dilakukan untuk menjaga keutuhan bangsa Ukhuwah Islamiyah, Basyariyah, Wathoniyah.
“Dialog atau silaturrahim di tingkat daerah, forkopimda, forkopimka perlu agar umat tidak mudah terprovokasi untuk menjaga keutuhan bangsa, ukhuwah islamiyah, basyariyah wathoniyah,” tandasnya.
Sementara itu, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Probolinggo Ali Mochtar menjelaskan, memang seharusnya bersikap tegas, untuk menciptakan kondisi wilayah kodam jaya kondisif.
“Sebab kalau hanya Satpol PP yang bersikap proaktif pasti akan mendapat respon dari kelompok FPI. Untuk itu saya sepakat dengan sikap tegas pangdam tersebut,” pungkasnya. (wil/gus).

















