Pasuruan, Kabarpas.com – Sebagai salah satu ikhtiar atau usaha untuk mewujudkan Kota Pasuruan menjadi layak anak santri. Para guru madin yang tergabung dalam Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kota Pasuruan, mengelar seminar Kota Layak Anak Versi Santri.
Acara seminar yang digelar pada Minggu (22/11/2020) pagi ini dilaksanakan di dalam gedung pertemuan Hotel Bj Perdana Kota Pasuruan. Karena digelar di tengah pandemi korona, sehingga para tamu undangan maupun peserta seminar yang hadir dalam acara seminar ini tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Pantauan di lokasi, petugas prokes yang dipimpin langsung oleh Ketua LPBINU Kota Pasuruan, Dian Akbar Rahmadian sudah siaga di lokasi. Mereka tampak dengan cekatan mengecek suhu badan para peserta maupun undangan dalam seminar ini.
Sementara itu, Ketua FKDT Kota Pasuruan KH Nailur Rohman (Gus Amak) mengatakan, tujuan digelarnya seminar ini merupakan ikhtiar untuk mewujudkan Kota Pasuruan layak anak santri.
“Peran madin sangat luar biasa untuk bisa mewujudkan Kota Pasuruan menjadi layak anak santri. Sebab di Kota Pasuruan, ada sekitar 170 an madin yang siap membentuk karakter anak Kota Pasuruan,” ujarnya.
Untuk itulah, Gus Amak berharap melalui seminar ini para Kepala Madin bisa tergugah dan sadar akan pentingnya madin untuk membentuk karakter pada santrinya.
“Lewat seminar ini diharapkan nantinya akan muncul sebuah rumusan dari FKDT, yang bisa menjadi guidance Pemkot Pasuruan guna bersama-sama membuat kebijakan ataupun aturan yang diperuntukkan agar terwujud Kota Pasuruan layak anak santri,” tegasnya.
Untuk sekadar diketahui, dalam acara seminar ini juga dihadiri oleh Calon Wakil Walikota Pasuruan dari nomor urut 1, Adi Wibowo. Serta menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya yaitu Prof Dr Hj Umi Dayati, KH M Nuri Usman, KH Moh Dhofir. (ajo/gus).

















