Reporter : Moch Wildanov
Editor : Agus Hariyanto
Probolinggo, kabarpas.com – Rencana Mendikbud memberlakukan sekolah tatap muka pada awal 2021, dan kebijakan dikembalikan ke kepala daerah masing masing. Di Kota Probolinggo, pemerintah setempat masih belum melaksanakan rencana tersebut.
Belum diberlakukan sekolah tatap muka tersebut disampaikan langsung oleh Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin.
“Meski survey dari guru, orang tua memang banyak yang menginginkan dilakukan sekolah tatap muka, namun pemerintah masih belum mengamininya,” ujar Habib Hadi. Rabu (25/11/2020).
Habib menambahkan, yang menjadi prioritas utama Pemkot Probolinggo adalah kesehatan masyarakat, dan banyak pertimbangan ketika harus diberlakukan sekolah tatap muka. Gambaranya bila satu siswa terpapar Covid-19, kemungkinan besar orang tua akan terpapar juga, karena siswa yang terpapar saat perawatan harus ditemani orang tua, apalagi saat di rumah sakit mesti harus dibarengi orang tua.
“Satu siswa terpapar Covid -19, diyakini akan menular ke orang tua, karena orang tua tidak tega membiarkan putra-putrinya sendirian. Jangan sampai karena memaksakan sekolah tatap muka akan berdampak masyarakat yang terpapar Covid-19 di Kota Probolinggo melonjak,” terangnya.
Untuk saat ini yang diberlakukan tatap muka adalah Sekolah Mengah Kejuruan (SMK) karena siswa harus melakukan praktek sehingga tidak bisa dilakukan atau kesulitan dengan cara daring.
“Dan untuk sekolah lainya masih bisa dilakukan secara online,” tutupnya. (wil/gus).

















