Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

KABAR NUSANTARA · 16 Feb 2021

Menko PMK Sebut Tingkat Efektivitas Kesembuhan Donor Plasma Konvalesen Capai 100 Persen


Menko PMK Sebut Tingkat Efektivitas Kesembuhan Donor Plasma Konvalesen Capai 100 Persen Perbesar

Surabaya, Kabarpas.com – Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan PMK, Muhadjir Effendy sebut tingkat efektivitas kesembuhan pasien covid yang mendapatkan donor plasma konvalesen capai 100 persen bagi pasien covid dengan tingkat kritis ringan sampai sedang.

“Untuk yg ringan, bisa 100 persen. Yg berat, laporan dari beberapa RS di SBY dan DKI itu 86 persen. Jangan sampai dikasi ke yang kritis. Saya bukan ahli, tapi dari diskusi dari RS, jangan menunggu pasien kritis. Tapi masih sedang harus segera diberikan. Itu kebutuhan tinggi. yang antri turun. Yang dapat donor tinggi. hanya saja, di lapangan, kesulitan karena golongan darah. Sehingga sekarang sudah ada stok,” ujarnya saat melakukan kunjungan kerja di PMI Surabaya, Selasa (16/2/2021).

Muhadjir mengakui bahwa keterbatas alat memang jadi kendalan donor plasma konvalesen. Tercatat di DKI Jakarta ada 18 sedangkan di Surabaya hanya terdapat empat alat.

“Pendanaan Sudah diatur Kemenkes dan BNPB. Alatnya aja yang masih landai. Pasar indo dan dunia kurang. Dunia baru sadar Plasma ini bisa jadi faktor pembeda. Kita termasuk yang menggunakan,” katanya.

Untuk saat ini, Lanjut Muhadjir bahwa stok plasma konvalesen di tingkat nasional ada 159 kantor dari berbagai golongan darag.

“Yang antri nasional 626 orang. Yang sudah berhasil dibagi mencapai 1.103.000 kantong,”jelasnya.

Mengatasnamakan kemanusiaan Muhadjir mengajak para penyitas covid-19 untuk melakukan donor plasma konvalesen di PMI Surabaya.

“Yang penyintas ini kan sudah selamat. Sekarang saatnya beramal dan bersedekah. Jadi amal jariyah. Apalagi kalau suda sehat,” katanya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana mengatakan bahwa kekurangan alat donor plasma konvalesen telah mendapat perhatian dari pemerintah pusat.

“Alhamdulillah ada perhatian juga dari pemerintah pusat yang seperti saya sampaikan bahwa kelangkaan kantong plasma di Surabaya dan tadi sudah direspon oleh pak menko, kita harapkan 1-2 minggu akan ada tambahan kantong plasma,” ujarnya setelah mendampingi kunjungan kerja dari Menko PMK.

Whisnu juga mengatakan bahwa di Surabaya para penyitas covid semakin bersemangat untuk melakukan donor plasma konvalesen.

“Nah, kita harapkan ada bantuan kantong terutama dari pemerintah pusat, ada bantuan alat juga akan semakin masive juga kita lakukan donor plasma konvalesen ini. Sejauh ini sudah ada stock tapi belum aman, tadi pagi saya dilaporin ada antrian 37 yang belum bisa kita layani hari ini,” katanya.

“Ini lagi terus proses, kantongnya juga terbatas jadi sehari tidak bisa seperti biasanya 25-30 orang per hari, ini agak dibatasi,” pungkasnya. (Don/Mel).

Artikel ini telah dibaca 8 kali

Baca Lainnya

Liga Remaja Trenggalek 2026 Digelar, Askab Siap Jaring Talenta Muda Berbakat

14 Juli 2026 - 13:18

Setelah Bertahun-tahun Kekurangan Air, Petani Jenggawah Kini Sambut Pembangunan Irigasi 

14 Juli 2026 - 05:34

Ketika Nakes Datang ke Rumah, Tiami Tak Lagi Harus Memikirkan Perjalanan yang Mustahil

14 Juli 2026 - 05:31

BNI Lakukan Serangkaian Penguatan Tata Kelola Penyaluran KUR

14 Juli 2026 - 05:15

Duduk di Kursi Roda Sejak Bayi, Devi Rasakan Arti Kehadiran Layanan Kesehatan yang Datang ke Rumah

13 Juli 2026 - 16:59

Pebalap Muda Astra Honda Melesat Raih Double Podium IHTTC 2026 Sepang

13 Juli 2026 - 10:34

Trending di KABAR NUSANTARA