Jakarta, Kabarpas.com – Berpakaian khas Jawa lengkap dengan blangkon, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dr. Moeldoko menjelma menjadi Adipati Suryo Kencono yang mengajak masyarakat untuk vaksin dalam Pagelaran Ketoprak Wanitombok “Mustiko Tuban” di Gedung Kesenian Jakarta pada Jumat (13/8/2021) malam.
Dalam lakon Mustiko Tuban tersebut, Adipati Suryo Kencono yang diperankan oleh Moeldoko digambarkan sebagai sosok bangsawan yang peduli dengan penanganan COVID-19 di Indonesia dan Ia rajin mengedukasi masyarakat disekitar yang masih enggan untuk divaksin.
Bersama dengan komedian Sule, Cak Lontong,Nunung, dan Narji, Moeldoko menceritakan tentang pentingnya vaksinasi COVID-19 yang diperuntukkan bagi seluruh masyarakat secara gratis.
“Kalau ada salah satu dari kita berenam yang belum divaksin, ini berbahaya. Penularan COVID-19 bisa lebih cepat,” kata Moeldoko.
“Satu, dua, tiga… Nunung dihitung dua, Pak,” kata Cak Lontong kepada Moeldoko.
Namun, Nunung menjawab, “Aku takut disuntik, Pak,”. Yang dijawab dengan gelak tawa oleh Moeldoko.
Sule pun mengatakan bahwa seharusnya Nunung tidak perlu takut disuntik vaksin, karena dokter mungkin akan jauh lebih takut terhadap Nunung. “Lagipula, dokternya pasti butuh jarum suntik yang lebih gede buat nyuntik si Nunung,” kelakar Sule.
Moeldoko pun membalas, “Wah iya ini bisa boros vaksin,”. Tak disangka kelakar Moeldoko tersebut mengundang gelak tawa para pemain ketoprak lainnya.
Wanitombok merupakan komunitas seni tradisi yang bernaung dibawah Yayasan Pendapha Budaya Indonesia (YPBI), yang diharapkan mampu menjadi komunitas seni tradisi perempuan yang berdikari serta mampu menjunjung tinggi nilai budaya ke khalayak luas.
Sedangkan dalam lakon Mustiko Tuban, Wanitombok menampilkan sajian Ketoprak perempuan yang bertemakan perjuangan manusia di masa sulit akibat pandemi COVID-19 sehingga menuntut dirinya untuk tetap bertahan dan bangkit bersama. Pemain dan pengrawit Ketoprak Wanitombok pun 90 persennya adalah kaum perempuan.
“Kunci dari penanganan pandemi ini adalah 3T yang terdiri dari testing, tracing dan treatment, serta 5M yang terdiri mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas,” ungkap Moeldoko.
Lakon ini pun diakhiri dengan kesepakatan semua pemain untuk pergi ke sentra vaksinasi. Lakon yang berlangsung selama kurang lebih 30 menit ini akan disiarkan melalui siaran TVRI Nasional untuk memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-76. (Dit/Mel).

















