Menu

Mode Gelap
Wujudkan Mimpi Pebasket Muda Jatim, MPM Honda Jatim Gelar Honda DBL 2023 East Java Series Dukungan Mas Dion Maju Cabup Pasuruan 2024 Kian Masif

Advertorial · 18 Okt 2023

Tanggulangi El Nino, Pemkab Trenggalek Lakukan Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal


Tanggulangi El Nino, Pemkab Trenggalek Lakukan Penguatan Ketahanan Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal Perbesar

Trenggalek, kabarpas.com-Pemerintah Daerah Kabupaten Trenggalek berupaya melakukan penanggulangan El Nino dengan penguatan ketahanan pangan berbasis sumberdaya lokal. Hal ini disampaikan oleh Sekertaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan) setempat, Imam Nurhadi kepada Kabarpas.com, Selasa (17/10/2023).

Imam sapaan dia menjelaskan, ubi jalar Gading merupakan hasil dari temuan Dispertan Kabupaten Trenggalek.”Ini merupakan bentuk inovasi dari Dispertan dalam penguatan ketahanan pangan berbasis sumberdaya lokal, “ucapnya.

Imam menuturkan, ada beberapa kelebihan dari tanaman ubi jalar Gading tersebut. Pertama, tidak membutuh air (mampu bertahan tanpa air selama dua bulan).

Kedua, tahan hama dan penyakit tanaman. Ketiga, ubi jalar itu tidak menjalar sehingga tidak membutuhkan pengangkatan akar yang menjalar. “Ini cukup efektif dalam mengurangi biaya perawatan, “imbuhnya.

Untuk yang keempat, masih lanjut dia, ubi jalar Gading mempunyai waktu panen yang sangat cepat, yakni 3 bulan. Sedangkan varietas lain secara umum bisa 4-4,5 bulan.

Kelima, daun kaya akan protein dan dapat meningkatkan trombosit. Keenam, warna orange, ketujuh hasil produksi bisa mencapai 32 ton/ha. “Sedangkan uang kedelapan, dari hasil penelitian BRIN menunjukan bahwa uni jalar Gading mengandung kadar gula reduksi 8,90 persen, kadar total karoten 38,90 pg/g, kadar bahan kering 25,91 persen dan memiliki rasa manis, “tukasnya.

Selanjutnya dia menyampaikan, dalam hal mitigasi El Nino perlu diperhatikan beberapa hal dalam penguatan ketahanan pangan berbasis lokal, diantarnya pemilihan jenis dan varietas tanaman yang tahan kekeringan dan mempunyai produksi cukup tinggi, penyediaan irigasi air tanah tenaga surya, pemetaan sumber air tanah dan mensiagakan penyuluh pertanian kecamatan.

Sekedar informasi, El Nino adalah fenomena pemanasan suhu muka laut diatas kondisi normalnya yang terjadi di samudra pasifik dibagian tengah. Dampaknya yang sangat mungkin adalah kekeringan, perubahan pola hama, penyakit tanaman dan penurunan produksi dan ketidakstabilan harga. (ADV).

Artikel ini telah dibaca 124 kali

Baca Lainnya

Penggiat Pertanian Organik Banyuanyar Dilatih Perbaiki Tanah Ramah Lingkungan

7 Mei 2026 - 13:18

DP3AP2KB Kabupaten Probolinggo Matangkan Sekber Sekolah Ramah Anak

7 Mei 2026 - 13:14

Jember Masuk Peta Penerbangan Nasional, Terkoneksi 15+ Kota Lewat Wings Air

6 Mei 2026 - 21:21

Resmi Diumumkan! Pemenang Program THR Honda Total 1 Miliar

6 Mei 2026 - 20:56

Kiai Tajul Mafakhir: Rais Aam dan Ketum PBNU Sepakat Muktamar ke-35 Digelar Awal Agustus 2026

6 Mei 2026 - 20:23

Kandang Ayam 100 Ribu Ekor di Mumbulsari Meresahkan, Dinas Sebut Izin Tak Terdaftar

6 Mei 2026 - 18:32

Trending di KABAR NUSANTARA